Scroll untuk baca artikel
Berita

Hanya Tersisa Puing, Rumah Petani di Pamukpukan Kuningan Ludes Terbakar dalam 45 Menit

×

Hanya Tersisa Puing, Rumah Petani di Pamukpukan Kuningan Ludes Terbakar dalam 45 Menit

Sebarkan artikel ini
Rumah petani di Desa Pamukpukan, Kecamatan Ciniru, Kabupaten Kuningan, ludes terbakar Rabu (8/4/2026) siang hari, kerugian ditaksir mencapai Rp101,5 juta.
Rumah petani di Desa Pamukpukan, Kecamatan Ciniru, Kabupaten Kuningan, ludes terbakar Rabu (8/4/2026) siang hari, kerugian ditaksir mencapai Rp101,5 juta.

DIALEKTIKA KUNINGAN — Siang bolong, Rabu (8/4/2026) di Dusun Bakom, Desa Pamukpukan, Kecamatan Ciniru, Kabupaten Kuningan, berubah mencekam saat warga mendapati kobaran api sudah membubung tinggi dari rumah Bapak Cewo (66 tahun).

Rumah petani tua berukuran 8×6 meter itu sekejap menjadi santapan api yang dengan cepat merambat ke seluruh sudut bangunan semi permanen.

Aparat desa setempat yang melihat kondisi api sudah tak terkendali langsung mengontak UPT Damkar Kuningan sekitar pukul 13.40 WIB.

Regu 3 Damkar Kuningan bergerak cepat menuju lokasi, namun mereka harus berhadapan dengan kendala klasik: akses jalan yang sempit dan jauh.

Mobil pemadam tidak bisa merapat langsung ke titik api, memaksa petugas bekerja ekstra menyambung selang dari jarak yang cukup jauh.

Di tengah kepanikan, warga bersama personel Koramil dan Polsek Ciniru bahu-membahu menyiram air seadanya agar api tidak merembet ke rumah tetangga.

Butuh waktu sekitar 45 menit bagi tim pemadam untuk benar-benar menjinakkan si jago merah hingga proses pendinginan selesai.

Meski tak ada korban jiwa, Bapak Cewo harus merelakan hunian dan seisinya—termasuk kursi tamu dan peralatan masak—menjadi abu.

Total kerugian ditaksir Damkar Kuningan menembus angka Rp101 juta, sebuah pukulan telak bagi sang petani di masa tuanya.

Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap dari mana asal api yang menghanguskan rumah tersebut.

Kepala UPT Damkar Kuningan, Andri Agra Kusuma,kembali mewanti-wanti warga agar mengecek instalasi listrik dan regulator gas demi menghindari tragedi serupa di kemudian hari.***

Baca juga berita-berita menarik dialektika.id dengan klik Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *