Scroll untuk baca artikel
Tech

Kuningan Akhirnya Nikmati Sinyal: Perjalanan 8 Tahun Tuntaskan Blankspot di Gunung Aci

×

Kuningan Akhirnya Nikmati Sinyal: Perjalanan 8 Tahun Tuntaskan Blankspot di Gunung Aci

Sebarkan artikel ini
Diskominfo Kuningan klaim 48 desa blankspot tuntas tersambung sinyal, Desa Gunung Aci jadi wilayah terakhir yang terlayani.
Diskominfo Kuningan klaim 48 desa blankspot tuntas tersambung sinyal, Desa Gunung Aci jadi wilayah terakhir yang terlayani.

DIALEKTIKA KUNINGAN — Setelah bertahun-tahun masuk daftar wilayah tanpa sinyal, dua desa di Kecamatan Subang kini mulai tersambung jaringan telekomunikasi dan menandai berakhirnya penanganan blankspot di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Monitoring perangkat sektoral makro dilakukan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kuningan di Desa Gunung Aci dan Desa Situ Gede, Kecamatan Subang, pada Selasa, 8 April 2026, sebagai bagian dari tahap akhir pemerataan jaringan seluler di wilayah selatan Kuningan.

Pemerintah daerah menyebut, sejak program dimulai pada 2018, sebanyak 48 desa yang sebelumnya tidak memiliki akses sinyal kini seluruhnya telah masuk jaringan komunikasi.

Tahap terakhir difokuskan di wilayah perbukitan Kecamatan Subang yang selama ini menjadi salah satu titik paling sulit dijangkau infrastruktur telekomunikasi.

Menurut Diskominfo Kuningan, proses penanganan blankspot tidak berlangsung singkat karena harus melalui pemetaan wilayah, koordinasi berulang dengan operator, hingga penyesuaian teknis di lapangan.

Monitoring kali ini dilakukan bersama tim Telkomsel wilayah Cirebon untuk memastikan perangkat yang sudah dipasang dapat berfungsi sesuai kebutuhan masyarakat.

Selain memeriksa kualitas sinyal, tim juga menilai kemungkinan pengembangan jaringan lanjutan di wilayah tersebut.

Kepala Diskominfo Kuningan Drs. H. Ucu Suryana, M.Si melalui Kabid Infrastruktur TIK, Heri Juheri, S.Kom., M.A.P., mengatakan, kebutuhan komunikasi saat ini sudah tidak bisa dipisahkan dari layanan dasar masyarakat.

“Pada tahun 2018, berdasarkan data yang kami miliki, terdapat 48 desa yang benar-benar blankspot atau tidak memiliki sinyal sama sekali. Padahal saat ini, akses komunikasi dan internet menjadi kebutuhan dasar dalam mendukung pelayanan publik, pendidikan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, perangkat jaringan di Desa Gunung Aci sebenarnya sudah terpasang sejak 13 Maret 2026, beberapa hari sebelum Idulfitri.

Namun evaluasi bersama baru dilakukan pada 7 April karena menyesuaikan jadwal operasional di lapangan.

Saat ini jaringan sudah mulai digunakan warga, meski kapasitasnya masih bersifat sementara.

Menurut Heri, perangkat yang dipasang belum berupa menara permanen dan ditempatkan di titik yang dianggap paling memungkinkan untuk mempercepat layanan sambil menunggu pengembangan berikutnya.

“Perangkat jaringan yang terpasang saat ini masih bersifat sementara dan ditempatkan pada titik yang memungkinkan untuk mempercepat layanan kepada masyarakat, sambil menunggu pengembangan infrastruktur yang lebih permanen seperti menara,” katanya.

Ia menambahkan, proyek tersebut berjalan tanpa pembiayaan dari APBD.

Kolaborasi dilakukan antara Diskominfo Kuningan, pemerintah desa, dan Telkomsel agar layanan bisa hadir lebih cepat di wilayah yang selama ini sulit dijangkau.

“Kegiatan ini dilaksanakan tanpa menggunakan APBD. Kami berkolaborasi dengan pemerintah desa dan Telkomsel. Ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat, meskipun dengan keterbatasan anggaran,” ujar Heri.

Desa Gunung Aci disebut menjadi titik terakhir yang keluar dari kategori blankspot di Kabupaten Kuningan.

Dengan capaian itu, pemerintah daerah menyatakan seluruh desa yang sebelumnya kosong sinyal kini sudah terhubung jaringan seluler.

“Alhamdulillah, untuk kategori blankspot seluruh desa di Kabupaten Kuningan sudah tuntas pada April ini,” katanya.

Meski begitu, pekerjaan belum berhenti karena masih ada sekitar 15 desa yang masuk kategori sinyal lemah.

Di desa-desa tersebut jaringan sudah tersedia, tetapi kualitasnya belum stabil dan masih sering terganggu.

Kondisi geografis Kuningan yang berbukit dinilai masih menjadi tantangan utama dalam memperkuat kualitas jaringan.

Karena itu, pemerintah daerah mulai mengarahkan langkah berikutnya pada peningkatan mutu layanan di wilayah dengan sinyal tidak merata.

Dalam monitoring tersebut, tim jaringan dan pemasaran Telkomsel juga meninjau peluang pengembangan program desa digital.

Melalui skema Telkomsel Digital Village, desa didorong memanfaatkan konektivitas baru untuk penguatan kapasitas digital dan kegiatan ekonomi lokal.

BUMDes diproyeksikan ikut terlibat sebagai mitra distribusi produk serta layanan telekomunikasi di tingkat desa.

Diskominfo Kuningan berharap jaringan yang masuk tidak berhenti pada urusan komunikasi, tetapi ikut membuka akses ekonomi baru bagi masyarakat pedesaan.***

Baca juga berita-berita menarik dialektika.id dengan klik Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *