Scroll untuk baca artikel
Berita

Detik-detik Menegangkan di Jalan Jendral Sudirman: Bermula dari 2 Ledakan, Peternakan Haji Dudung Dilahap si Jago Merah

×

Detik-detik Menegangkan di Jalan Jendral Sudirman: Bermula dari 2 Ledakan, Peternakan Haji Dudung Dilahap si Jago Merah

Sebarkan artikel ini
Kebakaran peternakan Haji Dudung di Winduhaji Kuningan usai berdentum dua ledakan. Gudang angus, api nyaris merembet ke kandang ayam.
Kebakaran peternakan Haji Dudung di Winduhaji Kuningan usai berdentum dua ledakan. Gudang angus, api nyaris merembet ke kandang ayam.

DIALEKTIKA KUNINGAN — Keheningan malam di Jalan Jendral Sudirman, Kelurahan Winduhaji, Kabupaten Kuningan, mendadak pecah oleh dentuman keras yang bersumber dari area peternakan milik H. Dudung pada Senin (6/4/2026) dini hari.

Sekitar pukul 01.00 WIB, Agung, salah satu karyawan yang sedang berjaga, dikagetkan dengan suara ledakan sebanyak dua kali yang menggetarkan area sekitar.

Tak lama berselang, rekan kerjanya bernama Asna berlari membawa kabar buruk bahwa api sudah berkobar hebat membakar mes karyawan serta bangunan gudang.

Situasi sempat mencekam karena kobaran api terus membesar dan hanya berjarak beberapa meter dari kandang ayam yang penuh dengan ternak.

Lantaran panik dan khawatir api merembet ke kandang, Agung langsung memacu sepeda motornya menembus dingin malam menuju kantor UPT Damkar Satpol PP Kuningan untuk meminta bantuan.

Laporan tersebut langsung direspons cepat oleh petugas yang memberangkatkan dua unit mobil pemadam tepat pukul 01.35 WIB menuju lokasi kejadian.

Setibanya di TKP, sepuluh personel Regu 3 berjibaku melawan api bersama para karyawan peternakan agar si jago merah tidak meluas ke area sensitif lainnya.

Proses pemadaman sempat terkendala posisi bangunan yang cukup jauh dari jalan utama, sehingga selang pemadam harus ditarik ekstra panjang karena armada tidak bisa mendekat.

Setelah satu jam bertarung dengan api, petugas akhirnya berhasil melakukan pendinginan total sekitar pukul 02.30 WIB.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian dan keterangan sejumlah saksi, kuat dugaan bencana ini dipicu oleh adanya hubungan arus pendek atau korsleting listrik.

Meski tidak ada korban jiwa, bangunan semi permanen berukuran 10×4 meter tersebut rata dengan tanah beserta sejumlah alat semprot dan barang berharga lainnya.

Total kerugian materiil akibat peristiwa ini ditaksir mencapai Rp36,5 juta, sementara para karyawan dilaporkan masih mengalami trauma akibat insiden ledakan tersebut.

Pihak Damkar Kuningan kembali mengingatkan warga untuk tidak menumpuk colokan listrik dan selalu menggunakan kabel berstandar SNI guna mencegah kejadian serupa terulang.***

Baca juga berita-berita menarik dialektika.id dengan klik Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *