DIALEKTIKA KUNINGAN — Transformasi digital di ruang kelas tak melulu soal pengadaan komputer, melainkan tentang bagaimana jari-jemari para guru sekolah dasar mulai lihai meracik konten visual yang memikat mata para muridnya.
Iklim pendidikan dasar di Kabupaten Kuningan kini mulai bersiap melompat ke era ekosistem digital melalui sentuhan tangan para akademisi. Langkah nyata ini dibuktikan oleh tim dosen Universitas Muhammadiyah Kuningan yang turun langsung menggelar program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di SD Negeri 1 Bakom, Kecamatan Darma. Target utamanya adalah mendongkrak kompetensi pedagogik guru kelas lewat penguasaan teknologi instruksional yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Inisiasi ini dimotori oleh Vani Aprianto, M.Pd, selaku ketua tim pengabdi, dengan menggandeng Dr. Nana Sutarna, M.Pd, serta seorang mahasiswi program studi PTIK, Azzahra Nur’afiah. Agenda pelatihan dirancang sebagai jawaban atas realitas lapangan, yang mana aktivitas belajar mengajar harian di sekolah tersebut dinilai masih dominan mengandalkan media konvensional akibat keterbatasan waktu operasional dan minimnya pelatihan literasi digital.
“Memasuki era kelas digital, guru dituntut memiliki kompetensi pedagogik yang adaptif,” ujar Ketua Tim Pengabdi, Vani Aprianto, M.Pd, Selasa 23 Juni 2026. Melalui metode Participatory Action Research (PAR), pihaknya sengaja melibatkan para guru secara aktif sejak tahap perencanaan hingga refleksi akhir. Langkah ini diambil agar para peserta tidak sekadar menelan teori di atas kertas, tetapi langsung terampil menciptakan media pembelajaran yang kreatif, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik generasi siswa saat ini.
Suasana ruang guru SDN 1 Bakom mendadak berubah menjadi bengkel kerja digital yang dinamis dan interaktif. Tim pendamping mengawal ketat para guru sebagai ujung tombak sekolah untuk mengulik platform desain grafis Canva, yang sengaja dipilih karena antarmukanya ramah pemula serta menyediakan ribuan templat siap pakai.
Aktivitas hands-on experience atau praktik langsung dilakukan secara intensif, mulai dari pemahaman tata letak menu dasar hingga eksplorasi elemen visual gratis demi memperkaya konten materi pelajaran. Guru-guru juga dibekali trik mengombinasikan warna serta pemilihan jenis huruf agar tampilan media ajar lebih estetik, termasuk menyisipkan animasi sederhana agar presentasi terasa lebih hidup. Memasuki fase akhir sesi teknis, peserta diajari teknik mengunduh hasil desain menjadi dokumen siap pakai seperti PDF atau gambar, untuk kemudian disimulasikan pada aplikasi presentasi harian di kelas.
Interaksi dua arah yang efektif dan diskusi hangat terus mengalir sepanjang acara, mencerminkan tingginya antusiasme peserta dalam menyerap ilmu baru dari tim pendamping Universitas Muhammadiyah Kuningan.
Evaluasi kualitatif pada tahap refleksi menunjukkan hasil yang sangat positif, di mana seluruh guru kelas terbukti sukses merancang minimal satu produk media digital orisinal yang layak guna. Karya-karya kreatif yang lahir dari pelatihan ini meliputi materi presentasi komunikatif, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berdesain segar, infografis ringkasan materi, hingga flashcard digital untuk kuis interaktif. Seluruh hasil karya inovatif tersebut kini telah didokumentasikan dan diserahkan kepada pihak sekolah untuk dijadikan aset digital yang dapat digunakan secara berkelanjutan.
Apresiasi tinggi datang dari Kepala Sekolah SDN 1 Bakom yang menyambut hangat kehadiran tim pengabdian ini. Pihak manajemen sekolah melihat ada perubahan instan pada rasa percaya diri para guru, yang kini mulai berani bereksplorasi dan melahirkan inovasi bahan ajar mandiri tanpa rasa canggung terhadap teknologi.
Penggunaan media pembelajaran yang menarik secara visual memang terbukti ilmiah mampu mendongkrak perhatian dan motivasi belajar siswa di kelas. Lewat kontribusi nyata ini, Universitas Muhammadiyah Kuningan kembali menegaskan komitmennya untuk terus mengawal dan mendampingi sekolah-sekolah di wilayah Kuningan dalam menyongsong fajar kelas digital.***
Baca juga berita-berita menarik dialektika.id dengan klik Google News.







