Scroll untuk baca artikel
Pendidikan

S1 Farmasi Universitas Muhammadiyah Kuningan Sah Raih Akreditasi Unggul, Sinyal Segera Buka Profesi Apoteker

×

S1 Farmasi Universitas Muhammadiyah Kuningan Sah Raih Akreditasi Unggul, Sinyal Segera Buka Profesi Apoteker

Sebarkan artikel ini
S1 Farmasi UM Kuningan raih akreditasi Unggul hingga 2030, jadi pijakan kuat pembukaan Program Profesi Apoteker (PSPPA).
S1 Farmasi UM Kuningan raih akreditasi Unggul hingga 2030, jadi pijakan kuat pembukaan Program Profesi Apoteker (PSPPA).

DIALEKTIKA KUNINGAN — Prestasi baik baru saja digapai Universitas Muhammadiyah Kuningan melalui Fakultas Farmasi, Kesehatan, dan Sains (FFKS). Berdasar Keputusan LAM-PTKes Nomor 0239/LAM-PTKes/Akr/Sar/IV/2026, Program Studi S1 Farmasi UM Kuningan resmi menggenggam status “Akreditasi Unggul.”

Label prestisius ini dipastikan bakal melekat hingga 25 April 2030, sekaligus mempertegas dominasi UM Kuningan sebagai salah satu motor penggerak kualitas pendidikan kesehatan di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Rektor UM Kuningan, Dr. apt. Wawang Anwarudin, M.Sc., menyebut pencapaian ini sebagai buah manis dari kolaborasi seluruh elemen di kampus.

“Akreditasi Unggul ini bukan sekadar urusan administratif, tapi bukti nyata kami dalam mencetak apoteker yang kompeten dan berdaya saing,” ujarnya, Senin 4 Mei 2026.

Apresiasi tinggi ia tujukan kepada LPM, tim taskforce dan pimpinan fakultas yang dianggapnya telah bekerja lembur demi memastikan setiap standar mutu terpenuhi secara maksimal.

Langkah ini juga menjadi pondasi strategis bagi universitas untuk segera mengeksekusi rencana pembukaan Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA).

Syarat mutlak pembukaan jalur profesi memang mewajibkan jenjang sarjana memiliki akreditasi jempolan agar ekosistem pendidikan yang dihasilkan tetap terjaga.

“Peluang membuka PSPPA sekarang terbuka lebar; kami ingin mahasiswa bisa menyelesaikan studi sarjana hingga profesi dalam satu atap yang berkualitas,” tambah Wawang optimistis.

Dorongan untuk terus berinovasi kini menjadi napas baru bagi seluruh unit di lingkungan kampus setelah raihan tersebut resmi diumumkan.

Riset-riset kedepan diproyeksikan akan lebih tajam dan berdampak langsung pada kebutuhan pengabdian masyarakat di sektor kesehatan.

Wawang mengingatkan bahwa predikat ‘Unggul’ merupakan amanah besar yang menuntut konsistensi dalam menjaga kualitas secara berkelanjutan.

“Ini baru awal, kami berkomitmen agar setiap lulusan mampu memberi kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa,” pungkasnya dengan nada tegas.

Sejarah baru yang ditorehkan S1 Farmasi ini tak pelak menjadi gerbang pembuka bagi masa depan pendidikan farmasi yang lebih terintegrasi dan modern di masa mendatang.***

Baca juga berita-berita menarik dialektika.id dengan klik Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *