Scroll untuk baca artikel
Persib

Kejutan Bursa Transfer Liga 1: Kalah Bersaing di Persib, Alfeandra Dewangga Resmi Menyeberang ke Arema FC

×

Kejutan Bursa Transfer Liga 1: Kalah Bersaing di Persib, Alfeandra Dewangga Resmi Menyeberang ke Arema FC

Sebarkan artikel ini
Alfeandra Dewangga resmi tinggalkan Persib Bandung demi Arema FC lewat skema transfer akibat minimnya menit bermain.
Alfeandra Dewangga resmi tinggalkan Persib Bandung demi Arema FC lewat skema transfer akibat minimnya menit bermain.

DIALEKTIKA KUNINGAN — Bursa transfer Liga 1 langsung memanas setelah Persib Bandung secara mengejutkan melepas Alfeandra Dewangga ke Arema FC lewat skema penebusan kontrak yang tak terduga.

Jagat sepak bola tanah air kembali dikejutkan dengan pergerakan senyap di bursa transfer jelang musim baru. Persib Bandung dan Alfeandra Dewangga secara resmi sepakat untuk menyudahi kerja sama mereka yang baru sehangat jagung alias berjalan satu musim penuh. Walaupun ikatan kerja sang pemain sejatinya masih tersisa hingga akhir musim 2026/2027, manajemen kedua belah pihak akhirnya ketuk palu menyetujui kepindahan sang bek ke Arema FC lewat skema transfer tunai.

Keputusan krusial ini otomatis membuat pemain kelahiran Semarang, 28 Juni 2001 tersebut dipastikan absen dan tidak lagi masuk dalam skema taktik Maung Bandung untuk mengarungi musim kompetisi 2026/2027.

Deputy CEO PT PERSIB Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan menjelaskan bahwa langkah melepas sang pemain murni diambil atas dasar pertimbangan profesional. Manajemen harus menimbang secara matang antara kebutuhan kedalaman skuad klub dan masa depan karier Dewangga yang butuh menit bermain reguler.

“PERSIB selalu berkomitmen mendukung perkembangan karier setiap pemain. Ketika terdapat peluang yang dinilai baik bagi semua pihak serta sejalan dengan kebutuhan klub, kami akan mempertimbangkannya secara profesional. Setelah melalui proses komunikasi dan diskusi bersama tim pelatih, kami memutuskan untuk menyetujui transfer Dewangga ke Arema FC,” kata Adhitia menguraikan proses di balik layar.

Dewangga sendiri pertama kali mendarat di Kota Kembang pada awal musim 2025/2026 kemarin setelah ditebus dari PSIS Semarang untuk menambal tembok pertahanan. Sayangnya sepanjang musim lalu, ia tercatat baru mengoleksi sembilan penampilan di Super League—di mana enam di antaranya dipercaya sebagai starter—serta mencicipi tiga laga di kompetisi Asia, AFC Champions League Two 2025/2026.

Meski masa baktinya bersama Pangeran Biru terhitung sangat sekejap, Dewangga beruntung tetap tercatat sebagai bagian dari sejarah emas skuad Persib saat berhasil mengunci gelar juara liga tiga kali berturut-turut alias hattrick. Profesionalisme dan etos kerja yang diperlihatkan pemain berkaki kidal ini selama bermarkas di Bandung tetap mendapat respek tinggi dari manajemen.

“Atas nama manajemen dan keluarga besar PERSIB, kami menyampaikan apresiasi atas komitmen dan kontribusi yang telah diberikan Dewangga selama membela klub ini. Kami mendoakan yang terbaik untuk perjalanan karier ke depan dan berharap ia dapat terus berkembang serta meraih banyak pencapaian positif bersama klub barunya,” tutur Adhitia menambahkan untaian doa.

Pihak official Persib juga tidak lupa menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas cucuran keringat, kerja keras, dan loyalitas yang sempat diberikan Alfeandra Dewangga selama berbalut jersi biru barat. Ungkapan “Hatur nuhun, Dewangga. Sukses untuk perjalanan berikutnya,” menjadi kalimat penutup perpisahan dari klub.

Di sisi lain, kebersamaan yang resmi berakhir ini juga meninggalkan kesan emosional bagi bek berusia 24 tahun tersebut. Memasuki musim 2026/2027, pemain yang karib disapa Dewa ini sadar dirinya harus berganti kostum demi menyelamatkan masa depannya di lapangan hijau.

Dewa tidak menampik bahwa musim pertamanya di Bandung terasa sangat menguras energi lantaran dirinya kesulitan menembus ketatnya persaingan di skuad utama pilihan tim pelatih. Situasi minimnya kesempatan merumput itulah yang akhirnya membulatkan tekad mantan penggawa timnas ini untuk mencari tantangan baru di tempat lain.

Kendati berpisah jalan, ia menyampaikan rasa hormat setinggi-tingginya kepada manajemen klub, atmosfer Kota Bandung, dan kelompok suporter Bobotoh yang selalu setia mengawal. Dewa mengaku sangat bersyukur sempat merasakan kehangatan luar biasa dari publik Bandung, terutama saat ikut larut dalam euforia mengangkat trofi juara liga.

“Terima kasih buat keluarga besar PERSIB, jajaran pelatih, ofisial, dan managemen karena saya bisa ikut dalam perjuangan tim selama satu musim. Perjuangan yang tidak mudah. Untuk Bobotoh, terima kasih sambutan, support hangatnya dari pertama datang hingga sekarang,” ucap Dewa berpamitan.

Ia menegaskan kembali bahwa keputusan angkat kaki dari Bandung ini murni dipicu oleh hasrat besarnya untuk memulihkan sentuhan dan performa terbaiknya yang sempat meredup. Meski musim depan statusnya sudah menjadi lawan di lapangan, Dewa memastikan bahwa Persib dan seluruh memorinya akan selalu mendapat tempat istimewa di lubuk hatinya.

“Saya pergi untuk memperbaiki performa dan semoga bisa bertemu di lain kesempatan. Saya sangat mencintai PERSIB, Bobotoh, dan Kota Bandung,” katanya mengakhiri salam perpisahan.***

Baca juga berita-berita menarik dialektika.id dengan klik Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *