Scroll untuk baca artikel
OlahragaPendidikan

Fuji Febrianti Borong Dua Emas, UM Kuningan Panen Prestasi pada Muhammadiyah Games

×

Fuji Febrianti Borong Dua Emas, UM Kuningan Panen Prestasi pada Muhammadiyah Games

Sebarkan artikel ini
Atlet UM Kuningan raih 2 emas, 1 perak, dan 3 perunggu pada Muhammadiyah Games 2026 di Yogyakarta dan Surakarta.
Atlet UM Kuningan raih 2 emas, 1 perak, dan 3 perunggu pada Muhammadiyah Games 2026 di Yogyakarta dan Surakarta.

DIALEKTIKA KUNINGAN — Kejutan besar Universitas Muhammadiyah Kuningan (UM Kuningan) pada gelaran The 1st Muhammadiyah Games 2026. Alih-alih datang sebagai pelengkap, kontingennya justru pulang membawa rentetan medali dari cabang atletik dan pencak silat yang digelar di Yogyakarta dan Surakarta.

Lintasan lari Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Senin, 18 Mei lalu, menjadi panggung tunggal bagi Fuji Febrianti. Mahasiswi ini menyapu bersih dua medali emas sekaligus setelah finis terdepan pada nomor 100 meter dan 400 meter putri.

Kemenangan ganda Fuji di sirkuit atletik tersebut sekaligus meruntuhkan dominasi pelari-pelari unggulan dari pelbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah se-Indonesia.

Bergeser ke gelanggang silat, atmosfer panas juga tersaji di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta sehari sebelumnya. Pesilat UM Kuningan sukses mengamankan satu medali perak dan tiga medali perunggu setelah melewati duel melelahkan.

Maulana Rivaldi merebut medali perak setelah takluk tipis di partai puncak. Keberhasilan ini disusul oleh Puspa Ayu Dewi Kinanti, Muhamad Rafli Firdaus, dan Zahwa Nur Annisa yang masing-masing mengunci podium ketiga.

Capaian di dua kota ini menegaskan bahwa kampus di kaki Gunung Ciremai tersebut tidak hanya sibuk memoles urusan akademik, melainkan juga serius menggodok talenta lapangan.

Keberhasilan memborong medali ini segera memantik reaksi positif dari petinggi kampus. “Prestasi ini merupakan hasil dari kerja keras, disiplin, dan semangat juang mahasiswa,” ujar Dekan Fakultas Pendidikan Sosial dan Teknologi (FPST) UM Kuningan, Dr. Boby Agustan, M.Pd., dengan nada bangga.

Boby menambahkan, moncernya penampilan para atlet FPST di level nasional ini diharapkan mampu memicu lahirnya kultur juara yang lebih masif bagi mahasiswa lainnya.

Evaluasi senada datang dari Ketua Program Studi PJKR UM Kuningan, Dr. Iif Firmana, M.Pd., yang melihat hasil di Jawa Tengah dan DIY sebagai indikator keberhasilan pola pembinaan jangka panjang mereka.

Sistem di prodi PJKR, menurut Iif, memang sengaja didesain kompetitif agar potensi non-akademik mahasiswa bisa meledak di turnamen besar. “Semoga prestasi ini menjadi awal dari pencapaian-pencapaian yang lebih besar di masa mendatang,” katanya.

Manajemen UM Kuningan langsung mengganjar kerja keras para atlet, pelatih, hingga tim ofisial ini dengan apresiasi tertinggi begitu mendarat kembali di kampus.

Slogan “Bertumbuh dan Bermanfaat” kini bukan lagi sekadar pemanis spanduk, melainkan modal utama kampus ini untuk terus mencetak kader tangguh di level nasional.***

Baca juga berita-berita menarik dialektika.id dengan klik Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *