DIALEKTIKA KUNINGAN — Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Fakultas Farmasi dan Kesehatan dan Sains Universitas Muhammadiyah Kuningan menggelar kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk Belajar Ceria Bersama IMM di TK Aisyiyah X Cihirup, Senin (2/2/2026). Sebanyak 13 murid mengikuti kegiatan ini dalam suasana akrab dan penuh keceriaan.
Sejak awal, kegiatan dirancang untuk mendekatkan mahasiswa dengan dunia anak usia dini. Proses belajar dibuat santai agar anak-anak merasa nyaman dan berani berinteraksi.
Program Belajar Ceria Bersama IMM menjadi bagian dari komitmen PK IMM FFKS UM Kuningan dalam mendukung pendidikan anak usia dini. Pendekatan yang digunakan menekankan belajar sambil bermain agar materi mudah diterima.
Tema “Buah Kesukaanku” dipilih sebagai pintu masuk pembelajaran. Anak-anak dikenalkan berbagai jenis buah sekaligus diajak memahami manfaatnya bagi kesehatan dengan cara sederhana.
Penyampaian materi dikemas ringan dan visual. Anak-anak tidak hanya mendengar penjelasan, tetapi juga terlibat langsung lewat permainan dan aktivitas bersama.
Beragam kegiatan edukatif dihadirkan, mulai dari mengenal nama dan warna buah, bernyanyi bersama, hingga permainan interaktif. Di sela aktivitas, mahasiswa juga menanamkan nilai percaya diri, disiplin, dan semangat belajar.
Pendekatan belajar sambil bermain membuat suasana kelas terasa hidup. Anak-anak terlihat lebih aktif dan mudah menangkap materi yang disampaikan.
Bagi para murid, kegiatan ini memberi pengalaman belajar yang berbeda dari rutinitas harian. Kreativitas mahasiswa membuat kelas terasa lebih komunikatif dan menyenangkan.
Guru-guru turut mendampingi selama kegiatan berlangsung. Kehadiran mahasiswa dinilai membantu menciptakan suasana belajar yang lebih variatif.
Program ini sekaligus menunjukkan peran mahasiswa di tengah masyarakat. Tidak hanya fokus pada akademik, kader IMM juga hadir membawa manfaat langsung lewat kegiatan edukatif.
Melalui Belajar Ceria Bersama IMM, nilai kepedulian sosial dan semangat pengabdian turut ditanamkan. Kegiatan sederhana ini diharapkan memberi dampak jangka panjang bagi anak-anak.
Ke depan, program serupa diharapkan terus berlanjut. Kolaborasi mahasiswa dan lembaga pendidikan dinilai penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang inspiratif sejak usia dini.***
Baca juga berita-berita menarik dialektika.id dengan klik Google News.







