Scroll untuk baca artikel
Politik

Refleksi Hari Pahlawan dan Milad ke-113 Muhammadiyah: Menyalakan Semangat Pencerahan dari UM Kuningan

×

Refleksi Hari Pahlawan dan Milad ke-113 Muhammadiyah: Menyalakan Semangat Pencerahan dari UM Kuningan

Sebarkan artikel ini
Rektor Universitas Muhammadiyah Kuningan, Dr. apt. Wawang Anwarudin, M.Sc.
Rektor Universitas Muhammadiyah Kuningan, Dr. apt. Wawang Anwarudin, M.Sc.

DIALEKTIKA KUNINGAN — Rektor Universitas Muhammadiyah Kuningan, Dr. apt. Wawang Anwarudin, M.Sc., mengajak seluruh civitas akademika dan masyarakat menjadikan Hari Pahlawan 10 November 2025 serta Milad ke-113 Muhammadiyah sebagai momentum menyalakan kembali semangat perjuangan dan pencerahan bangsa.

Menurutnya, bulan November menjadi bulan istimewa karena dua peristiwa bersejarah ini sama-sama mengandung pesan spiritual dan moral tentang keikhlasan, perjuangan, dan pengabdian untuk kemaslahatan umat.

Hari Pahlawan, kata Wawang, mengingatkan bangsa pada keberanian dan pengorbanan para pejuang yang sejalan dengan semangat jihad Muhammadiyah—jihad dalam ilmu, pendidikan, dan kemanusiaan demi masyarakat berkeadilan dan bermartabat.

Sementara Milad Muhammadiyah menjadi ajang untuk meneguhkan kembali komitmen gerakan Islam berkemajuan yang telah berkontribusi lebih dari satu abad di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan dakwah pencerahan.

Baca Juga:  Aktivisme Politik Masih Rendah Kendati Antusiasme Masyarakat Jelang Pilkada 2024 Tinggi, Kenapa?

“Kepahlawanan modern adalah perjuangan tanpa pamrih demi kemajuan bangsa, bukan sekadar seremoni,” tegas Wawang.

Ia menilai, semangat kepahlawanan dan Milad Muhammadiyah di era kini harus diwujudkan melalui inovasi, ilmu pengetahuan, akhlak mulia, dan kepedulian sosial.

Dosen yang berdedikasi, mahasiswa berprestasi, dan insan akademik yang menebar manfaat disebutnya sebagai pahlawan masa kini dalam bingkai Islam berkemajuan.

Wawang menekankan bahwa bentuk perjuangan kini berubah menjadi “jihad modern”, yaitu melawan penjajahan ideologi dan lemahnya daya intelektual bangsa dengan kekuatan gagasan dan kecerdasan berpikir.

Kampus UM Kuningan, lanjutnya, adalah medan juang intelektual untuk melahirkan lulusan yang cerdas, mandiri, dan berkontribusi nyata bagi masyarakat.

Ia juga mengajak generasi muda meneladani para pahlawan dengan keteladanan, kejujuran, dan jiwa kesatria, jauh dari ambisi politik dan ekonomi yang sempit.

Baca Juga:  Hot News! Bupati Pati dan Wali Kota Madiun Terjaring OTT KPK

Cinta tanah air dan semangat pengabdian harus terus dipupuk agar nilai-nilai kejuangan tetap hidup dalam diri generasi penerus bangsa.

Dalam bingkai Muhammadiyah, perjuangan itu diwujudkan melalui Gerakan Al-Ma’un, yaitu langkah nyata membantu sesama lewat pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan sosial.

Wawang menegaskan, kepahlawanan bukan hanya tentang sosok individu, tetapi kekuatan kolektif yang berpadu dalam semangat gotong royong dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Bulan November ini mengingatkan kita bahwa perjuangan belum usai. Tugas kita melanjutkan misi pahlawan dan amanah Muhammadiyah: menebar nilai Islam yang mencerahkan dan membangun peradaban utama,” ujarnya.

Bagi Universitas Muhammadiyah Kuningan, semangat “Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan” berarti mengisi kemerdekaan dengan integritas, ilmu, dan moralitas keislaman.

Baca Juga:  Link Live Streaming MU vs Man City Tempat Menonton Derby Manchester! H2H Mampukah Taktik Interim Carrick Redam Hegemoni Pep?

“Dari UM Kuningan, untuk Indonesia dan kemanusiaan semesta,” pungkasnya.***

Baca juga berita-berita menarik dialektika.id dengan klik Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *