Scroll untuk baca artikel
KesehatanSosial

Duka Mendalam Reza Arap Setelah Lula Lahfah Meninggal…

×

Duka Mendalam Reza Arap Setelah Lula Lahfah Meninggal…

Sebarkan artikel ini
Ungkapan duka Reza Arap dan jejak cuitan lama Lula Lahfah soal GERD kembali disorot usai kabar meninggalnya sang selebgram.
Ungkapan duka Reza Arap dan jejak cuitan lama Lula Lahfah soal GERD kembali disorot usai kabar meninggalnya sang selebgram.

DIALEKTIKA KUNINGAN — Ungkapan duka mendalam disampaikan Reza Arap setelah kekasihnya, Lula Lahfah, ditemukan meninggal dunia di sebuah apartemen di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (23/1/2026). Kabar tersebut langsung mengguncang publik dan penggemar pasangan ini.

Tak lama setelah kabar duka mencuat, Reza menuliskan satu kalimat singkat namun penuh emosi di akun X miliknya. “Take me instead. (Ambil diriku saja),” tulis Reza, Sabtu (24/1/2026).

Malam itu, Reza Arap sejatinya dijadwalkan tampil dalam sebuah acara bersama Weird Genius. Namun agenda tersebut dibatalkan menyusul kabar meninggalnya Lula Lahfah.

Kepergian Lula Lahfah membuat warganet ramai menelusuri kembali jejak digital sang selebgram. Akun X milik Lula, @lullipopp, menjadi salah satu yang paling banyak dikunjungi.

Sejumlah unggahan lama kembali beredar, salah satunya cuitan pada 8 Februari 2020 yang menceritakan pengalaman darurat saat Lula harus dilarikan ke rumah sakit. Ia mengaku mengalami sesak napas disertai nyeri di bagian dada.

Dalam cuitan itu, Lula menuliskan kepanikan yang ia rasakan karena sempat mengira mengalami gangguan jantung. Kondisi tersebut membuatnya segera mendapatkan pemeriksaan medis.

Baca Juga:  Pemkab Kuningan Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem, Warga Diminta Waspada Banjir dan Longsor

Hasil pemeriksaan dokter menyebutkan Lula mengalami gangguan asam lambung. Meski mengaku sakitnya cukup berat, Lula menuliskan rasa lega karena jantungnya dinyatakan normal.

Warganet juga menemukan cuitan lain dari tahun 2021 yang bernada bercanda namun menyimpan kekhawatiran. Lula Lahfah saat itu menyebut dirinya mengidap GERD yang dipicu stres dan kebiasaan overthinking.

Unggahan-unggahan tersebut kembali ramai diperbincangkan setelah kabar duka menyebar luas. Banyak netizen mengaitkan riwayat kesehatan yang pernah diungkap Lula dengan kepergiannya.

Beberapa jam kemudian, media sosial kembali dihebohkan dengan beredarnya surat keterangan meninggal dunia atas nama Lula Lahfah. Dokumen tersebut tersebar luas dan memicu berbagai spekulasi.

Salah satu akun Instagram membagikan dokumen yang disebut berasal dari Mardhiyah Medical Clinic. Dalam unggahan itu disebutkan Lula meninggal pada Jumat, 23 Januari 2026, pukul 19.20 WIB.

Dalam dokumen tersebut, penyebab kematian tertulis henti jantung dan henti napas. Informasi ini langsung memantik perdebatan warganet terkait kondisi kesehatan Lula.

Baca Juga:  Maulid Nabi di Lembur Sukun, Pj Sekda Kuningan Ajak Masyarakat Jadikan Akhlak Rasulullah Sebagai Fondasi Pembangunan

Seiring itu, diskusi publik bergeser pada pertanyaan apakah GERD dapat menyebabkan kematian mendadak. Perdebatan ini ramai berlangsung di berbagai platform media sosial.

Namun hingga kini, penyebab pasti meninggalnya Lula Lahfah belum diumumkan secara resmi. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menegaskan penyelidikan masih berlangsung.

Ia meminta masyarakat menahan diri dan tidak berspekulasi sebelum hasil pemeriksaan medis lengkap diperoleh. Autopsi disebut diperlukan untuk memastikan penyebab kematian secara akurat.

Riwayat kesehatan Lula kembali disorot, termasuk pengakuannya soal GERD dan sejumlah penyakit lain. Ia sebelumnya juga menyebut pernah mengalami infeksi saluran kemih hingga peradangan usus.

Menanggapi perbincangan tersebut, ahli gastroenterologi Prof Ari Fahrial Syam menjelaskan GERD pada dasarnya tidak menyebabkan kematian secara langsung atau mendadak. Menurutnya, kondisi ini perlu dilihat dalam konteks kesehatan secara keseluruhan.

Ari menuturkan GERD yang tidak terkontrol dapat memperburuk keadaan saat pasien mengalami komplikasi atau infeksi lain. Dalam kondisi tertentu, infeksi sistemik atau sepsis bisa berujung fatal.

Baca Juga:  Hasil El Clasico Liga 1 : Persib Bandung Tumpas Persija Jakarta di SJH 2-1, David da Silva Bracegoal Pimpin Top Skor

Ia menambahkan, pasien GERD kerap diberikan antibiotik dan obat pereda nyeri saat muncul komplikasi. Namun penggunaan obat tertentu juga berpotensi memicu kekambuhan dan menurunkan nafsu makan.

Karena itu, pasien dengan keluhan mual dan muntah berkepanjangan disarankan menjalani pemeriksaan lanjutan. Evaluasi menyeluruh, termasuk endoskopi, dinilai penting untuk memastikan kondisi pasien.

Ari pun mengingatkan penderita GERD agar menjalani pengobatan secara teratur. Penyakit yang tidak terkontrol dapat memperberat kondisi ketika muncul gangguan kesehatan lainnya.***

Baca juga berita-berita menarik dialektika.id dengan klik Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *