Scroll untuk baca artikel
Politik

Pimpin PAN Kuningan 2025-2030, Haji Udin Kusnedi Siap Kembalikan Kejayaan Partai Melalui Modernisasi dan Ekonomi Kader

×

Pimpin PAN Kuningan 2025-2030, Haji Udin Kusnedi Siap Kembalikan Kejayaan Partai Melalui Modernisasi dan Ekonomi Kader

Sebarkan artikel ini
Ketua DPD PAN Kabupaten Kuningan periode 2025-2030, H. Udin Kusnedi.
Ketua DPD PAN Kabupaten Kuningan periode 2025-2030, H. Udin Kusnedi.

DIALEKTIKA KUNINGAN — Melalui rapat pleno tim formatur yang digelar usai pembukaan Musyawarah Daerah Partai Amanat Nasional di Aula Mayang Catering, Minggu (21/12/2025), H. Udin Kusnedi resmi ditetapkan sebagai Ketua DPD PAN Kabupaten Kuningan periode 2025–2030.

Penetapan tersebut diumumkan langsung oleh perwakilan DPW PAN Jawa Barat, Toto Suharto, di hadapan seluruh peserta Musda yang hadir.

Dalam kesempatan itu, Toto juga mengumumkan susunan pengurus inti PAN Kuningan yang telah disepakati secara musyawarah mufakat.

“Ketua H. Udin Kusnedi, Sekretaris Ade Abdul Jafar Sidik, dan Bendahara Wiwin,” ujar Toto, yang langsung disambut tepuk tangan meriah para kader.

Sebelumnya, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan atau Zulhas telah menetapkan lima nama sebagai anggota formatur.

Kelima formatur tersebut yakni Udin Kusnedi, Ade Abdul Jafar Sidik, Wiwin, Uba Sobari, dan Lin Yulyanti.

Mereka diberi mandat untuk menyusun kepengurusan inti melalui rapat pleno yang berlangsung dinamis namun tetap kondusif.

Meski tidak langsung menunjuk ketua saat pembukaan Musda, Zulhas telah memberi sinyal agar proses transisi kepemimpinan berjalan tanpa konflik.

Ia menegaskan bahwa soliditas internal merupakan kunci utama kebangkitan partai ke depan.

Baca Juga:  Dukung SPBE, Uniku Bentuk Computer Security Incident Response Team

“Saya minta kader tetap solid, jangan sampai saling berselisih hanya karena jabatan,” tegas Zulhas dalam arahannya.

Menurut Zulhas, kemenangan partai tidak ditentukan oleh struktur semata, melainkan sejauh mana kehadiran PAN dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Kalau rakyat sudah cinta PAN, kemenangan akan mengikuti,” tambahnya.

Usai pengumuman pengurus baru, Toto Suharto kembali menekankan target besar yang harus diwujudkan oleh kepemimpinan Udin Kusnedi.

Ia menyebut kejayaan PAN di Kabupaten Kuningan harus direbut kembali dengan kerja kolektif dan satu komando.

“Membesarkan partai dan menempatkan kader di posisi strategis adalah tugas bersama,” kata Toto.

Dalam Musda tersebut, Udin Kusnedi terpilih sebagai ketua formatur setelah melalui pleno yang melibatkan lima nama calon lainnya.

Proses pemilihan dilakukan secara musyawarah mufakat tanpa voting, mencerminkan soliditas kader PAN Kuningan.

Toto Suharto selaku presidium Musda menyampaikan hasil pleno tersebut secara resmi.

“Dari lima calon yang ada, kami sepakat kembali mempercayakan kepemimpinan kepada H. Udin,” ujarnya.

Udin Kusnedi mengaku merasa terhormat atas amanah yang kembali diberikan kepadanya oleh kader partai.

Ia berkomitmen membawa PAN Kuningan menjadi partai yang lebih maju dan modern.

Baca Juga:  Klaim Asuransi untuk Mahasiswa FEB UNIKU yang Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan, Diserahkan Pihak Kampus Kepada Orang Tuanya

“Saya akan menjalankan amanah ini sebaik mungkin dan memodernisasi PAN,” tutur Udin.

Musda PAN Kuningan sendiri digelar secara daring dan dipandu langsung oleh DPP PAN, dengan suasana yang sempat menegangkan.

Tiga nama sempat mencuat sebagai calon kuat formatur, yakni Udin Kusnedi, Wiwin, dan Ade Abdul Jafar Sidik.

Melalui keputusan DPP PAN, Udin Kusnedi akhirnya ditetapkan memimpin PAN Kuningan untuk lima tahun ke depan.

Penetapan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan.

Selain ketua, Musda juga mengesahkan Ade Abdul Jafar Sidik sebagai Sekretaris dan Wiwin sebagai Bendahara DPD PAN Kuningan.

Usai ditetapkan, Udin menegaskan arah kepemimpinannya yang fokus pada modernisasi partai dan pemberdayaan ekonomi kader.

“PAN akan kami bawa menjadi partai modern dan terbuka dengan merangkul berbagai elemen,” ujarnya.

Ia menilai penguatan ekonomi kader menjadi penting agar mereka mampu berperan aktif di tengah masyarakat.

“Kader partai tidak digaji, maka pemberdayaan ekonomi adalah kunci,” katanya.

Udin juga menyoroti besarnya peluang sektor pertanian seiring dorongan pemerintah terhadap ketahanan pangan nasional.

Baca Juga:  CANADA ELECTION RESULTS, Mark Carney: The Anti-Trump Crusader Claims Canada's Top Seat

Menurutnya, Kabupaten Kuningan sebagai daerah agraris harus mampu memanfaatkan momentum tersebut.

“Ketahanan pangan sedang didorong negara, dan Kuningan punya potensi besar,” tegasnya.

Terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Udin melihat kebutuhan pangan yang besar sebagai peluang pemberdayaan masyarakat lokal.

Ia menegaskan kader PAN akan diarahkan menjadi pelaku usaha produktif, bukan sekadar pedagang.

“Kader akan dididik menanam dan berproduksi agar terlibat langsung dalam rantai pangan,” jelasnya.

Langkah tersebut, kata Udin, sejalan dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto agar program MBG berdampak luas.

“Harapannya, kehadiran PAN di Kuningan benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.***

Baca juga berita-berita menarik dialektika.id dengan klik Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *