Scroll untuk baca artikel
Sosial

‘IHAB SIHABUDIN’ Digadang-gadang Kebangkitan Baru PMII Kuningan: Dari Ngaji, Ngopi, ke Aksi Nyata?

×

‘IHAB SIHABUDIN’ Digadang-gadang Kebangkitan Baru PMII Kuningan: Dari Ngaji, Ngopi, ke Aksi Nyata?

Sebarkan artikel ini
PMII Kuningan

DIALEKTIKA KUNINGAN — Semangat baru tengah tumbuh di tubuh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Kuningan.

Dalam momentum regenerasi kepemimpinan, sosok muda Ihab Sihabudin muncul membawa gagasan segar lewat tagline: “IHAB SIHABUDIN”—singkatan dari Intelektual, Hablum minallah wa minannas, Sinergi, Harmoni, Budaya, dan Dinamis.

Tagline itu bukan sekadar permainan nama, tetapi falsafah gerakan yang menegaskan arah perjuangan kader PMII: berpikir kritis, berakhlak Aswaja, dan adaptif menghadapi perubahan zaman.

“PMII harus menjadi ruang belajar yang melahirkan kader berkarakter—intelektual dalam gagasan, spiritual dalam tindakan, dan sosial dalam gerakannya,” ujar Ihab Sihabudin, calon Ketua Cabang PMII Kuningan.

Ihab menjelaskan, makna di balik “IHAB SIHABUDIN” dirangkai dari nilai-nilai dasar pergerakan yang telah menjadi ruh PMII selama ini.

Baca Juga:  Mediamorfosis vs Hegemoni: Strategi Resiliensi EEAT Media Melawan Kontrol Oligarki Algoritma

Huruf I berarti Intelektual, menandakan pentingnya kader yang kritis, peka terhadap realitas, dan berani menyampaikan ide perubahan.

Sementara HAB berasal dari Hablum minallah wa Hablum minannas, yaitu menyeimbangkan hubungan spiritual dengan Tuhan dan sosial dengan sesama manusia.

Lalu SI menggambarkan Sinergi, semangat kolaborasi antara kader, kampus, dan masyarakat untuk menciptakan dampak nyata.

Huruf HA melambangkan Harmoni, keseimbangan antara kecerdasan intelektual, spiritualitas, dan kepedulian kemanusiaan.

Selanjutnya BU bermakna Budaya, menegaskan pentingnya karakter Aswaja yang membumi dalam tradisi dan etika sosial.

Dan DIN berarti Dinamis, mencerminkan semangat kader PMII yang tanggap terhadap zaman namun tetap berakar pada nilai perjuangan Aswaja.

Melalui konsep itu, Ihab ingin membawa PMII Kuningan menjadi wadah kader progresif yang berilmu dan beraksi nyata di masyarakat.

Baca Juga:  Apakah 28 Oktober Hari Libur Nasional? Ini 45 Link Twibbon Sumpah Pemuda 2025 Gratis! Cocok Buat Ucapan Medsos dan WhatsApp

“Ngaji, Ngopi, Bergerak! bukan sekadar slogan, tapi gaya hidup kader PMII — haus ilmu, cinta diskusi, dan siap berbuat untuk umat,” ucapnya dengan antusias.

Ihab menegaskan bahwa PMII harus hadir bukan hanya di forum wacana, tetapi juga di lapangan sosial sebagai motor perubahan dan pemberdayaan rakyat.

Dengan semangat “IHAB SIHABUDIN”, ia mengajak seluruh kader untuk bersatu memperkuat iman, memperluas wawasan, dan mempererat ukhuwah.

“Bersama, kita wujudkan PMII Kuningan yang berdaya pikir, berdaya iman, dan berdaya gerak. Dari Kuningan, kita kobarkan pergerakan Aswaja untuk Indonesia,” tutupnya.***

Baca juga berita-berita menarik dialektika.id dengan klik Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *