DIALEKTIKA KUNINGAN — Pemerintah Kabupaten Kuningan dan PMI Kuningan resmi menutup rangkaian Bulan Dana PMI 2025 dengan meriah, ditandai penyerahan penghargaan bagi pengumpul dana terbaik di Aula bank bjb kantor cabang setempat, Rabu (5/11/2025).
Acara bergengsi ini dihadiri langsung oleh Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, Wakil Bupati Tuti Andriani, jajaran Forkopimda, Pimpinan Daerah, serta seluruh pihak yang terlibat.
Ketua Panitia Bulan Dana PMI, Dr. Wahyu Hidayah, melaporkan bahwa kegiatan tahunan ini berjalan sukses berdasarkan Keputusan Bupati Kuningan Nomor 400.7.2.9/KPT/628/Kesra/2025.
Gerakan solidaritas kemanusiaan ini dimulai dengan pencanangan oleh Bupati pada 16 Juni 2025, diikuti distribusi kupon hingga monitoring dan evaluasi di berbagai wilayah sepanjang September-Oktober.
Hebatnya, pengumpulan dana tahun ini mencapai Rp703.887.000, sukses melampaui capaian tahun 2024 dan mendekati target Rp800 juta, menunjukkan tren positif.
“Peningkatan fantastis sekitar 40% ini membuktikan tingginya kesadaran sosial dan semangat gotong royong masyarakat Kuningan,” kata Dr. Wahyu penuh bangga.
Dana yang terkumpul akan dimanfaatkan untuk mendukung berbagai program vital PMI, termasuk penanggulangan bencana, layanan donor darah, dan pembinaan relawan muda (KSR/PMR).
Sepanjang tahun 2025, PMI Kuningan telah menyalurkan bantuan korban bencana di 15 lokasi dan berhasil memenuhi kebutuhan darah masyarakat sebanyak 14.436 labu.
Tak hanya itu, dalam rangka HUT ke-80 PMI, berbagai kegiatan sosial seperti pembagian sembako dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi ratusan warga turut digelar.
“Semua aksi ini adalah wujud nyata komitmen PMI dalam menjaga nilai-nilai kemanusiaan di Kuningan,” tegasnya.
Sebagai apresiasi, panitia juga memberikan piagam penghargaan kepada instansi, lembaga, dan kecamatan yang dinilai paling cepat melunasi komitmen dana.
“Keberhasilan ini adalah hasil kerja kolektif luar biasa dari camat, sekmat, dan seluruh jajaran yang menjadi penggerak PMI di wilayahnya,” tambah Wahyu.
Sementara itu, Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, turut mengapresiasi capaian yang merupakan cerminan empati dan semangat silih asah, asih, asuh warga.
Namun, Bupati secara khusus menyoroti dan meminta partisipasi sektor swasta ditingkatkan, mengingatkan bahwa mereka juga menggali rezeki di Kuningan sehingga sudah selayaknya berkontribusi.
Bupati menegaskan, gerakan kemanusiaan PMI adalah “gerakan nurani” yang harus menyentuh seluruh lapisan masyarakat, jauh dari sekat jabatan atau warna politik.
“Ini adalah gerakan Tat Twam Asi, bahwa apa yang dirasakan orang lain, kita pun ikut merasakannya dari lubuk hati terdalam,” ujarnya.
Mengajak seluruh elemen masyarakat dalam bingkai “Gema Sadulur,” Bupati menyebut momentum ini bukan penutup, melainkan titik tolak kebangkitan kepedulian sosial di Kuningan.***
Baca juga berita-berita menarik dialektika.id dengan klik Google News.






