DIALEKTIKA KUNINGAN — Sektor pertanian Kabupaten Kuningan terus menguat sebagai tulang punggung ketahanan pangan daerah dan regional dengan catatan surplus beras yang konsisten dari tahun ke tahun.
Pada 2023, produksi beras Kuningan mencapai 224.593 ton dengan surplus 93.000 ton, lalu meningkat pada 2024 menjadi 225.995 ton dengan surplus 93.070 ton sebagai fondasi kuat memasuki 2025.
Memasuki 2025, kinerja sektor pangan Kuningan melonjak signifikan dan menempatkan daerah ini dalam kondisi sangat aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., menyebut produksi beras tahun 2025 mencapai 254.124 ton atau melonjak tajam dibanding tahun sebelumnya.
Dengan jumlah penduduk sekitar 1,22 juta jiwa dan kebutuhan konsumsi 134.191 ton per tahun, Kuningan mencatat surplus beras hingga 119.933 ton.
Wahyu menegaskan tren ini menunjukkan produksi beras Kuningan terus naik dan berada pada level sangat stabil, Kamis 18 Desember 2025.
Lonjakan produksi ditopang capaian luas tanam dan panen yang melampaui target Provinsi Jawa Barat.
Hingga MT 2024/2025 sampai MT 2025, realisasi luas tanam padi mencapai 64.185 hektare dan luas panen 64.188 hektare, jauh di atas target provinsi.
Dari luasan tersebut, produksi gabah Kuningan mencapai 396.388 ton dengan produktivitas rata-rata 61,75 kuintal per hektare.
Capaian ini menegaskan efektivitas pengelolaan lahan dan konsistensi peningkatan produktivitas petani.
Menurut Wahyu, tren positif ini didorong sinergi antara kebijakan pertanian yang tepat dan kondisi agroklimat yang mendukung.
Pola kemarau basah dengan curah hujan stabil meningkatkan indeks pertanaman, sehingga petani bisa panen lebih dari dua kali setahun.
Dalam kondisi tertentu, petani bahkan mampu melakukan panen hingga tiga kali tanpa membuka lahan baru.
Selain faktor iklim, dukungan Kementerian Pertanian RI turut mempercepat peningkatan produksi melalui optimalisasi lahan, perbaikan irigasi, bantuan alsintan, benih bersertifikat, hingga stimulan pengelolaan lahan.
Capaian Kuningan juga mendapat apresiasi nasional dari Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI.
Secara regional, produksi padi Jawa Barat tahun 2025 tercatat 10,2 juta ton GKG, sementara produksi nasional mencapai 60,37 juta ton GKG.
Wahyu menegaskan kontribusi Kuningan sangat strategis dalam menjaga ketahanan pangan Jawa Barat dan nasional.
Di tengah surplus produksi, pemerintah daerah memastikan harga gabah tetap stabil dan berpihak kepada petani.
Sebagian gabah disimpan di gudang petani dan dilepas bertahap ke pasar agar tidak menekan harga.
Kebijakan Bulog menyerap gabah dengan harga Rp6.500 per kilogram GKP turut menjaga stabilitas harga di tingkat petani.
“Kami memastikan peningkatan produksi sejalan dengan perlindungan pendapatan petani,” tegas Wahyu.
Dengan tren produksi yang terus menanjak dan pengelolaan surplus yang baik, Kuningan semakin kokoh sebagai daerah penyangga pangan strategis.***
Baca juga berita-berita menarik dialektika.id dengan klik Google News.






