DIALEKTIKA KUNINGAN — Sejauh mata memandang hanya ada hamparan padi, namun hidung Anda dipastikan langsung mengenali aroma magis serai dan kaldu murni yang mengepul dari sudut tersembunyi Desa Bayuning ini.
Siapa sangka, sebuah dapur yang sengaja bersembunyi menjauhi bisingnya aspal Kuningan justru menyimpan ledakan rasa pedas-gurih yang dicari-cari para foodies lintas wilayah.
Melupakan diet sejenak rasanya menjadi keputusan paling bijak begitu semangkuk baso aci dengan limpahan tetelan dan guyuran chili oil merah merona ini tersaji di depan mata.
Aroma wangi serai seketika menyeruak, beradu mesra dengan gurihnya kaldu murni yang mengepul dari sebuah mangkuk. Penggemar kuliner pedas di Kuningan tampaknya punya tempat “pelarian” baru yang lokasinya agak masuk ke dalam, tetapi punya racikan kuah yang bikin lidah ogah berhenti bergoyang.
Para pemburu kuliner di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, baru-baru ini punya satu destinasi hidden gem yang wajib masuk daftar kunjung, namanya “Baso Aci Ambu Bayuning”. Meski letak kedainya tersembunyi di tengah sawah dan sengaja menjauh dari hiruk-pikuk pusat kota, yakni di Dusun Puhun, Desa Bayuning, Kecamatan Kadugede, kedai satu ini justru punya daya pikat tersendiri yang bikin pelanggannya balik lagi dan balik lagi.
“Sentuhan aroma serai ini menghasilkan wangi yang khas, terasa segar di tenggorokan, sekaligus bisa menghangatkan badan dalam sekali seruputan,” ungkap Hj. Nining, sosok penting di balik dapur kedai saat membeberkan rahasia kuah legendarisnya.
Langkah kaki pertama begitu sampai di lokasi langsung menepis kesan sempit khas warung bakso konvensional. Pengunjung bakal disambut area makan yang luas, bersih, dan bagian pawon atau dapurnya pun begitu tertata rapi. Suasananya yang tenang dan enakeun bikin Baso Aci Ambu Bayuning ini terasa menenteramkan jiwa—sebuah tempat yang pas buat nongkrong santai bareng teman dekat atau keluarga tanpa perlu keganggu suara bising jalanan.
Daya tarik utama dari Baso Aci Ambu Bayuning sebenarnya bukan cuma soal tempatnya yang asyik buat sembunyi dari rutinitas, tapi kualitas rasanya memang berani diadu. Istri dari politisi senior PDI Perjuangan Rana Suparman, yang dikenal menjabat Anggota DPRD Kuningan lima periode tersebut sukses mengadopsi sekaligus meracik ulang resep legendaris Baso Aci Imas khas Garut. Menariknya, konsep letak dapur dan warungnya sengaja dipertahankan berada di dalam perkampungan, bukan di pinggir jalan raya atau kios komersial.
Nining sendiri tidak pelit membagikan rahasia dapur yang bikin menu baso acinya terasa istimewa dan sering direkomendasikan dari mulut ke mulut. Paduan kuah kaldu murni yang dikombinasikan dengan bumbu rempah serai segar menjadi kunci utama kelezatannya. Sensasi gurih dari kuah serai tersebut bakal makin mantap kalau dipadukan dengan tiga pilihan sambal andalan, yaitu sambal kacang yang legit, sambal ijo segar, atau racikan chili oil yang pedasnya menggigit.
Menikmati semangkuk Baso Aci Ambu Bayuning juga tidak perlu membuat pengunjung khawatir dompet bakal kering. Bermodal uang mulai dari Rp12.500 saja, seporsi baso aci komplet sudah siap tersaji di atas meja dengan isian mangkuk yang tergolong royal dan menggugah selera. Pengunjung bisa memanjakan lidah dengan baso aci kenyal, baso tetelan melimpah, ekstra tulang muda, sampai tahu.
Pelanggan yang bosan dengan menu standar bisa memesan variasi lain seperti Baso Tahu Aci, Baso Urat, hingga pilihan topping siomay kering hingga kikil empuk. Sebagai penawar rasa pedas sehabis makan, kedai ini juga menyediakan aneka minuman dingin dan hangat, mulai dari minuman ringan, es jeruk segar, hingga jeruk panas.
Bagi yang sedang mencari tempat healing tipis-tipis sambil menikmati semangkuk bakso berkuah mantap, Baso Aci Ambu Bayuning ini rasanya sayang kalau dilewatkan begitu saja.***
Baca juga berita-berita menarik dialektika.id dengan klik Google News.







