Scroll untuk baca artikel
Sosial

Kuningan Genjot Target LTT 5.671 Hektare, Kementan: Habis Panen Lahan Jangan Dibiarkan Menganggur!

×

Kuningan Genjot Target LTT 5.671 Hektare, Kementan: Habis Panen Lahan Jangan Dibiarkan Menganggur!

Sebarkan artikel ini
Kementan dan Pemkab Kuningan genjot percepatan tanam padi di Cigugur & Cilimus demi kejar target swasembada pangan nasional.
Kementan dan Pemkab Kuningan genjot percepatan tanam padi di Cigugur & Cilimus demi kejar target swasembada pangan nasional.

DIALEKTIKA KUNINGAN — Langkah konkret mengejar target swasembada pangan nasional kembali digulirkan lewat percepatan musim tanam di sejumlah daerah lumbung padi. Kali ini, Kementerian Pertanian melalui BPPSDMP langsung turun ke sawah menggelar Gerakan Tanam Bersama di Kabupaten Kuningan pada Selasa (14/7/2026).

Agenda turun ke sawah ini dipimpin oleh Kepala BPPSDMP Kementan, Dr. Idha Widi Arsanti, dengan didampingi Kepala Diskanan Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, serta melibatkan para penyuluh, unsur TNI, dan kelompok tani setempat.

Dua titik strategis dipilih menjadi lokasi penanaman, yakni lahan seluas 1 hektare di Desa Cileuleuy (Kecamatan Cigugur) dan 3 hektare di Desa Cilimus. Langkah nyata ini sengaja digenjot demi mendongkrak realisasi Luas Tambah Tanam (LTT) sekaligus menjaga pasokan beras nasional agar tidak putus.

Gerakan di lapangan ini menjadi jawaban atas instruksi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang terus meminta jajarannya mempercepat masa tanam. Langkah taktis tersebut dinilai menjadi kunci utama untuk menaikkan indeks pertanaman dan mengamankan stok pangan dalam negeri.

Di sela kegiatan, Kepala BPPSDMP Kementan, Dr. Idha Widi Arsanti, menegaskan bahwa mempercepat masa tanam adalah instrumen krusial agar kalender tanam nasional berjalan optimal. Dengan begitu, lahan mati pascapanen bisa langsung produktif kembali tanpa jeda terlalu lama.

“Kita gerakkan tanam bersama ini biar masa tanamnya lebih cepat, otomatis produksi beras naik dan target swasembada nasional bisa segera kita kunci,” ujar Arsanti di lokasi.

Arsanti juga menambahkan bahwa kunci sukses dari percepatan ini tidak bisa bertumpu pada satu pihak saja, melainkan butuh kerja ngeroyok mulai dari pusat, pemda, penyuluh, TNI, hingga petani selaku aktor utama di sawah.

Kuningan sendiri memang punya modal besar sebagai salah satu penopang pangan di Jawa Barat dengan kepemilikan luas baku sawah mencapai 26.016 hektare. Catatan sektor pertaniannya pun moncer, di mana sepanjang Januari-Juni 2026, daerah ini sukses membukukan luas panen 32.456 hektare dengan total produksi padi mencapai 198.928 ton.

Melihat potensi tersebut, Kepala Diskanan Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, menyebut agenda ini sebagai bukti konkret bahwa pusat dan daerah satu frekuensi dalam mengamankan stok pangan.

“Ini bukan sekadar acara seremonial kumpul-kumpul di sawah, tapi ini gerakan produksi. Setiap hari yang kita hemat untuk menanam lebih cepat akan mempercepat masa panen berikutnya,” kata Wahyu.

Untuk bulan Juli 2026 ini saja, Kuningan mematok target Luas Tambah Tanam (LTT) yang cukup ambisius, yakni sebesar 5.671 hektare. Khusus untuk wilayah Cigugur kebagian jatah target 144 hektare, dengan Desa Cileuleuy menyumbang 23 hektare di dalamnya.

Wahyu optimistis angka-angka target tersebut bukan mustahil untuk dikejar asal kolaborasi di lapangan berjalan solid.

“Urusan perut dan pangan ini tidak boleh ada jeda, makanya habis panen tanah harus langsung diolah lagi untuk ditanami. Penyuluh, tim alsintan, TNI, dan petani harus bergerak seirama biar tidak ada lahan yang dibiarkan menganggur,” tegas Wahyu.

Guna memuluskan target ambisius tersebut, Pemkab Kuningan kini memperketat pengawalan di lapangan, mulai dari kesiapan pasokan benih, pupuk, hingga memaksimalkan mesin-mesin pertanian (alsintan) agar olah tanah bisa beres lebih cepat.

Aksi nyata di Kuningan ini mempertegas bahwa sinergi pusat-daerah menjadi pondasi kuat untuk menggenjot angka produksi padi nasional. Lewat ritme kerja yang konsisten, Kuningan tampaknya kian percaya diri mengukuhkan posisinya sebagai lumbung padi andalan di Jawa Barat.

Bagi Kementan sendiri, aksi kejar tayang tanam padi ini bukan cuma urusan memenuhi laporan target di atas kertas. Target besarnya adalah memastikan setiap musim tanam melahirkan produktivitas yang jauh lebih tinggi sekaligus mengangkat kesejahteraan para petani lokal.***

Baca juga berita-berita menarik dialektika.id dengan klik Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *