Scroll untuk baca artikel
Berita

Tebing Jalan Margacina Ambruk, BPBD Kuningan Pasang Rambu Darurat

×

Tebing Jalan Margacina Ambruk, BPBD Kuningan Pasang Rambu Darurat

Sebarkan artikel ini
Akses jalan Desa Margacina - Karangkancana putus akibat longsor, (21/1/2026). Mobil dilarang melintas, BPBD Kuningan minta warga waspada longsor susulan!
Akses jalan Desa Margacina - Karangkancana putus akibat longsor, (21/1/2026). Mobil dilarang melintas, BPBD Kuningan minta warga waspada longsor susulan!

DIALEKTIKA KUNINGAN — Hujan yang mengguyur wilayah Kecamatan Karangkancana memicu longsor di Jalan Desa Margacina, Dusun Cipari, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Rabu (21/1/2026) petang.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 18.00 WIB setelah hujan berintensitas sedang hingga lebat turun sejak sore hari.

Informasi kejadian diterima BPBD Kuningan pada Kamis (22/1/2026) pagi, dan langsung ditindaklanjuti dengan laporan pembaruan pada hari yang sama.

Berdasarkan data BPBD, longsor terjadi di bahu jalan desa dengan koordinat 7°02’47.8″ LS dan 108°33’52.6″ BT.

Material longsoran merusak tembok penahan tanah (TPT) sepanjang sekitar delapan meter dengan tinggi enam meter.

Selain TPT, gorong-gorong serta sebagian badan jalan ikut terbawa longsor sehingga akses jalan tidak dapat dilalui kendaraan roda empat.

Baca Juga:  Kenaikan Pajak PPN 12 Persen: Siapa Mendukung, Siapa Menolak, dan Apa Dampaknya?

Tebing di sisi jalan juga dilaporkan runtuh dengan panjang sekitar 10 meter dan tinggi tujuh meter.

Meski kerusakan cukup signifikan, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Kerugian fisik meliputi TPT yang ambruk, gorong-gorong rusak, badan jalan sepanjang delapan meter yang tergerus, serta longsornya tebing bahu jalan.

Akibat kejadian ini, jalur penghubung di Desa Margacina sementara tidak bisa dilewati kendaraan besar.

BPBD menjelaskan, longsor dipicu oleh hujan deras yang berlangsung sejak pukul 16.00 WIB hingga malam hari, ditambah kondisi tanah yang labil.

Dalam penanganan awal, aparat desa langsung berkoordinasi dengan pihak kecamatan, TNI, Polri, dan BPBD Kuningan.

BPBD Kuningan kemudian menerjunkan tim assessment ke lokasi untuk melakukan kaji cepat dan pemetaan dampak.

Baca Juga:  Klasemen Akhir ACL 2: Persib Juara Grup G Tumpas Bangkok United Berkat 1 Gol Ramon Tanque dan Assist Manis Berguinho Menjebol Patiwat Kammai

Sambil menunggu penanganan lanjutan, warga bersama aparat desa memasang rambu peringatan dan pagar pembatas darurat dari bambu.

BPBD mencatat kebutuhan mendesak di lokasi berupa karung untuk penanganan sementara dan pengamanan area rawan.

Hingga laporan terakhir, kondisi cuaca di lokasi terpantau berawan dan pemasangan rambu pengaman telah rampung.

BPBD Kuningan mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di musim hujan, terutama di wilayah rawan longsor.

Langkah penanganan lanjutan akan dikoordinasikan bersama pemerintah desa dan instansi terkait sesuai hasil assessment di lapangan.***

Baca juga berita-berita menarik dialektika.id dengan klik Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *