Scroll untuk baca artikel
Berita

Cuaca Ekstrem Akhir Tahun, Longsor Landa Tebing Sungai Cihurang Jalaksana

×

Cuaca Ekstrem Akhir Tahun, Longsor Landa Tebing Sungai Cihurang Jalaksana

Sebarkan artikel ini
Hujan lebat picu longsor di Jalaksana Kuningan, tebing runtuh timpa Sungai Cihurang dan ganggu akses jalan warga.
Hujan lebat picu longsor di Jalaksana Kuningan, tebing runtuh timpa Sungai Cihurang dan ganggu akses jalan warga.

DIALEKTIKA KUNINGAN — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, memicu bencana tanah longsor di Dusun 2 RT 008 RW 002, Desa Jalaksana, Kecamatan Jalaksana, Selasa sore, 30 Desember 2025. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 17.00 WIB setelah hujan lebat turun berjam-jam.

Informasi kejadian dilaporkan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Kuningan.

Lokasi longsor berada di titik koordinat 6°55’24,3″S 108°28’48,7″E, tepat di kawasan perbukitan yang berdekatan dengan aliran Sungai Cihurang dan akses jalan warga.

Material longsoran berupa tebing dengan panjang sekitar 10 meter, tinggi 12 meter, dan lebar 3 meter dilaporkan runtuh dan menimpa sebagian badan Sungai Cihurang. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Baca Juga:  Maret 2024 ini, BPBD Kuningan Tangani Bencana di 34 Desa: Banjir, Pohon Tumbang Hingga Jalur Kuningan Cikijing Longsor

Dampak longsor menyebabkan terganggunya akses jalan di sekitar lokasi serta menghambat aliran Sungai Cihurang, sehingga berpotensi memicu genangan apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

Berdasarkan laporan kronologis, hujan berintensitas tinggi hingga lebat mengguyur wilayah tersebut sejak pukul 15.00 WIB hingga 18.00 WIB, yang akhirnya memicu pergerakan tanah di sepanjang sempadan jalan.

Menanggapi kejadian tersebut, aparat desa segera berkoordinasi dengan pihak kecamatan, TNI, Polri, serta BPBD Kabupaten Kuningan untuk melakukan langkah penanganan darurat.

BPBD Kuningan kemudian mengirimkan tim assessment ke lokasi guna melakukan pendataan dampak, memetakan risiko lanjutan, serta menentukan langkah penanganan berikutnya.

Sementara itu, aparat desa bersama masyarakat, Polri, dan BPBD memasang rambu-rambu peringatan serta menutup area longsoran menggunakan terpal demi mencegah risiko susulan.

Baca Juga:  Jadwal Persib Bandung vs Suwon FC Live Dimana Jam Berapa? 14 Februari 2024 Bagi Bobotoh Pemilu 2024 Rasa ‘PersibDay’

Dalam penanganan darurat, kebutuhan mendesak yang diperlukan di lokasi bencana meliputi terpal tambahan dan bronjong untuk memperkuat struktur tebing yang longsor.

Kondisi terkini di lokasi dilaporkan dalam keadaan hujan ringan, dengan pemasangan rambu peringatan dan penutupan longsoran telah selesai dilakukan.

Langkah lanjutan penanganan bencana akan terus dikoordinasikan antara pemerintah desa, BPBD, serta pihak terkait lainnya guna memastikan keamanan warga dan kelancaran akses di wilayah terdampak.

Tim assessment Pusdalops PB BPBD Kabupaten Kuningan yang turun ke lapangan terdiri dari Reno Presna Sunardi, S.Sos selaku Kasi Kedaruratan dan Logistik, Aep Saefudin, S.Kom sebagai Penata Layanan Operasional, serta Ryan Maulana Akbar selaku Operator Layanan Operasional.***

Baca Juga:  2,2 Juta Pemuda Terancam Bahaya Narkoba: Kemenpora dan BNN Bergerak Selamatkan Negeri

Baca juga berita-berita menarik dialektika.id dengan klik Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *