Scroll untuk baca artikel
Berita

Sungai Cigalagah Meluap, TPT Berusia 18 Tahun Longsor di Kalapagunung

×

Sungai Cigalagah Meluap, TPT Berusia 18 Tahun Longsor di Kalapagunung

Sebarkan artikel ini
Longsor di Kalapagunung Kuningan akibat hujan lebat merusak TPT dan pagar warga, aliran Sungai Cigalagah sempat tertutup.
Longsor di Kalapagunung Kuningan akibat hujan lebat merusak TPT dan pagar warga, aliran Sungai Cigalagah sempat tertutup.

DIALEKTIKA KUNINGAN — Hujan yang mengguyur wilayah Kuningan sejak sore hingga malam hari memicu bencana tanah longsor di Dusun Kliwon RT 003 RW 001, Desa Kalapagunung, Kecamatan Kramatmulya, Selasa malam, 30 Desember 2025. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 18.20 WIB.

Informasi kejadian diterima oleh petugas pada Kamis, 1 Januari 2026 pukul 11.00 WIB dan diperbarui pada pukul 12.45 WIB melalui laporan kaji cepat dari BPBD Kabupaten Kuningan.

Lokasi longsor berada di titik koordinat 6°9342S, 108,4871E, tepat di kawasan permukiman warga yang berdekatan dengan aliran Sungai Cigalagah.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun longsor berdampak pada bangunan penahan tanah (TPT) di lahan belakang rumah milik H. Dodo Suhada (72 tahun), yang telah berusia sekitar 18 tahun sejak dibangun.

Baca Juga:  Kenaikan Pajak PPN 12 Persen: Siapa Mendukung, Siapa Menolak, dan Apa Dampaknya?

Runtuhnya TPT tersebut menyebabkan material longsoran menimpa pagar belakang rumah milik Agung (35), serta pagar DTA Al-Karomah milik Ustad Ucup Supriyadi (50).

Akibat longsoran yang menutup sebagian Sungai Cigalagah, limpasan air sungai masuk ke dalam ruangan DTA Al-Karomah dan mengganggu aktivitas di lokasi pendidikan tersebut.

Kerugian material tercatat cukup signifikan, di antaranya TPT sepanjang 30 meter dengan tinggi 3 meter dan lebar 2 meter yang ambruk akibat tergerus aliran air.

Selain itu, pagar tembok di atas TPT dengan panjang 30 meter dan tinggi 4 meter turut roboh, serta pagar belakang rumah warga sepanjang 30 meter tertimpa material longsor.

Pagar milik DTA sepanjang 6 meter juga mengalami kerusakan dan mengakibatkan air masuk ke dalam bangunan karena tertutupnya aliran sungai.

Baca Juga:  Wamenpora Dorong Penyebaran Nilai Olimpiade ke Sekolah-Sekolah dan Edukasi Atlet

Berdasarkan kronologis kejadian, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur wilayah tersebut sejak pukul 15.00 WIB hingga 22.00 WIB, sehingga debit Sungai Cigalagah meningkat tajam.

Aliran air yang deras menggerus TPT yang sudah lapuk, hingga akhirnya runtuh dan memicu longsoran di sekitar permukiman warga.

Dalam penanganan darurat, aparat desa segera berkoordinasi dengan pihak kecamatan, TNI, Polri, DPUTR, serta BPBD Kuningan.

BPBD Kuningan kemudian menurunkan tim assessment untuk melakukan pendataan kerusakan dan memastikan langkah penanganan lanjutan.

Pembersihan material longsoran dan pengerukan aliran Sungai Cigalagah, pada Kamis, 1 Januari 2026, dilakukan menggunakan alat berat jenis excavator agar aliran air kembali normal.

Kondisi terkini di lokasi dilaporkan cerah berawan, dengan proses pembersihan material longsor masih berlangsung bersama warga dan pemilik rumah.

Baca Juga:  Review Persib Bandung vs Dewa United Diuji Tanding Tangsel Warriors Keok 0-3 oleh Pangeran Biru

Aliran sungai yang sempat tertutup material longsoran kini telah berhasil dibuka menggunakan alat berat, sehingga risiko luapan air dapat diminimalisir.

Langkah lanjutan penanganan bencana akan terus dikoordinasikan dengan pemerintah desa dan pihak terkait lainnya sesuai perkembangan di lapangan.***

Baca juga berita-berita menarik dialektika.id dengan klik Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *