DIALEKTIKA KUNINGAN – Dalam upaya mendorong transformasi pendidikan inklusif dan kemandirian finansial bagi penyandang disabilitas, Universitas Kuningan (Uniku) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) dan TIM PKM yang mendapatkan Hibah Kemendiktisaintek tahun 2026, resmi meluncurkan teknologi asistif cerdas berbasis Artificial Intelligence (AI) bernama SIRUPI.
Kegiatan peluncuran dan pelatihan Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Tahun 2026 ini digelar penuh khidmat di Aula Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Taruna Mandiri, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, pada Selasa (18/8/2026).
Menjawab Kebutuhan Riil Siswa Berkebutuhan Khusus
Dalam sambutannya, Kepala SLBN Taruna Mandiri, Ibu Kokoy Kurnaeti, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada tim pengabdi dari Universitas Kuningan. Beliau menegaskan bahwa kehadiran aplikasi SIRUPI menjawab tantangan besar yang dihadapi guru dan siswa disabilitas selama ini.

“Kami atas nama keluarga besar SLBN Taruna Mandiri mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak dan Ibu Dosen dari Universitas Kuningan. Aplikasi SIRUPI ini merupakan inovasi luar biasa yang sangat dibutuhkan anak-anak kami, terutama siswa tunanetra dan tunagrahita. Selama ini, media belajar mengenali uang masih manual dan fitur taktil fisik uang sering kali aus. Kami sangat berharap program penelitian dan pengabdian ini dapat terus dilaksanakan, diimplementasikan secara berkesinambungan, serta disebarluaskan ke SLB lainnya agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat luas,” ujar Kokoy Kurnaeti.
Senada dengan hal tersebut, Kepala LPPM Universitas Kuningan, Dr. Ilham Adhiya, S.Hut., M.Si., menyatakan bahwa program PKM ini merupakan komitmen nyata perguruan tinggi dalam menghilirisasi hasil riset teknologi cerdas agar berdampak langsung bagi masyarakat kelompok khusus.
“Uniku berkomitmen penuh mendukung program inklusi nasional. Melalui SIRUPI, riset kecerdasan buatan tidak lagi berhenti di atas kertas atau ruang laboratorium, melainkan hadir secara nyata di kelas-kelas SLB untuk memerdekakan siswa disabilitas. Ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) serta implementasi Asta Cita Poin ke-4 mengenai penguatan SDM dan sains teknologi yang inklusif,” tegas Dr. Ilham Adhiya.

Solusi Berbasis Computer Vision & Deep Learning
Ketua Tim PKM UNIKU, Tito Sugiharto, S.Kom., M.Eng., didampingi anggota tim Heri Herwanto, M.Pd dan Dr. Iqbal Arraniri, M.M, memaparkan secara rinci penggunaan dan keunggulan aplikasi SIRUPI di hadapan bapak dan ibu guru SLBN Taruna Mandiri. Dalam penjelasannya, Tito Sugiharto mengungkapkan latar belakang teknis serta komitmen keberlanjutan dari pengembangan aplikasi ini bagi kemandirian anak berkebutuhan khusus.
“Aplikasi SIRUPI kami hadirkan sebagai media pembelajaran alternatif yang inovatif untuk membantu guru dan siswa di sekolah luar biasa (SLB). Melalui bantuan kecerdasan buatan, SIRUPI memudahkan guru dalam menyampaian materi pengenalan mata uang secara interaktif, sekaligus menjadi alat bantu belajar yang interaktif bagi siswa tunanetra maupun tunagrahita. Harapan kami, media ajar alternatif ini dapat mempermudah proses belajar-mengajar di kelas serta membentuk kemandirian dan kepercayaan diri siswa dalam mengenali nilai uang Rupiah secara mandiri,” ungkap Tito Sugiharto, S.Kom., M.Eng.
Aplikasi SIRUPI dikembangkan berbasis Mobile AI menggunakan arsitektur Deep Learning MobileNet dan TensorFlow Lite. Aplikasi ini bekerja dengan mengonversi pemindaian mata uang Rupiah secara otomatis menggunakan kamera smartphone Android tanpa memerlukan alat tambahan.
- Fitur Unggulan SIRUPI meliputi:
- Kecepatan Pemindaian Kilat: Memproses pecahan uang kertas maupun logam Rupiah dengan latensi di bawah 1 detik pada jarak 10–20 cm.
- Output Multimodal Inklusif: Menghasilkan keluaran suara audio real-time untuk siswa tunanetra serta tampilan teks kontras tinggi berukuran besar untuk siswa tunagrahita.
- Akurasi Tinggi (>90%): Mampu mengenali nominal uang pada berbagai kondisi pencahayaan dan tingkat kecacatan fisik uang kertas.
- Modul ‘Digital Bina Diri’: Dilengkapi kurikulum pendampingan bagi guru untuk mensimulasikan transaksi ekonomi mandiri secara aman di pasar atau UMKM lokal.
Pelatihan Teknis, Pendampingan Praktis, dan Evaluasi Penggunaan
Memasuki sesi pelatihan (Training of Trainers), anggota tim pengabdi, Dr. Iqbal Arraniri, M.M., mendampingi secara penuh para guru dalam simulasi praktik penggunaan aplikasi di perangkat masing-masing.
“Dalam sesi pendampingan ini, kami memandu bapak dan ibu guru secara langsung langkah demi langkah mulai dari proses pengunduhan, pengaturan aksesibilitas kamera dan suara, hingga simulasi pemindaian berbagai pecahan Rupiah pada kondisi pencahayaan yang berbeda. Pendampingan teknis ini bertujuan agar para pendidik merasa nyaman, terbiasa, dan percaya diri saat membimbing siswa menggunakan SIRUPI dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari di kelas,” terang Dr. Iqbal Arraniri, M.M.
Selanjutnya, Heri Herwanto, M.Pd., membimbing para guru dalam mengisi instrumen kuesioner evaluasi aplikasi.
“Untuk memastikan efektivitas media ajar ini, kami menyediakan kuesioner evaluasi yang dirancang khusus bagi bapak dan ibu guru. Tata cara pengisiannya sangat intuitif: guru cukup mengakses tautan instrumen digital yang telah disiapkan, lalu memberikan penilaian objektif terkait kemudahan antarmuka, keakuratan respon suara, serta tingkat kepraktisan SIRUPI saat digunakan siswa di kelas. Masukan langsung dari para pendidik ini menjadi pijakan utama kami untuk terus melakukan penyempurnaan fitur sesuai kebutuhan riil di SLB,” jelas Heri Herwanto, M.Pd.
Dengan suksesnya peluncuran SIRUPI di Kabupaten Kuningan, diharapkan teknologi asistif karya anak bangsa ini dapat menjadi pioneer permodelan media ajar inklusif nasional di seluruh Indonesia.***
Baca juga berita-berita menarik dialektika.id dengan klik Google News.







