DIALEKTIKA KUNINGAN — Tongkat estafet kepemimpinan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kuningan mendadak jadi sorotan publik pada Rabu malam kemarin.
Fokus perhatian tertuju pada pergantian pucuk pimpinan yang tergolong sangat cepat di lingkungan Korps Adhyaksa tersebut.
Ikhwanul Ridwan Saragih resmi menanggalkan jabatannya sebagai Kajari Kuningan setelah bertugas dalam waktu singkat.
Tercatat, Ikhwanul hanya menduduki kursi nomor satu di Kejari Kuningan selama kurang lebih delapan bulan saja.
Kini, posisi strategis tersebut beralih ke tangan Yustina Angelin Kalangit yang baru saja dilantik.
Pergantian jabatan Kajari Kuningan yang terasa kilat ini menjadi perbincangan hangat di tengah acara syukuran yang digelar di Teras Pendopo.
Meski masa jabatan Ikhwanul terbilang singkat, proses transisi kepemimpinan tetap berjalan dengan penuh kekeluargaan.
Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar hadir langsung untuk menyambut Yustina sekaligus melepas masa tugas singkat Ikhwanul.
Pemerintah daerah kini menaruh harapan baru pada pundak Yustina untuk melanjutkan sinergi yang sudah terbangun.
Bupati menekankan pentingnya peran Kejaksaan dalam mengawal tata kelola pemerintahan agar tetap bersih.
Yustina sendiri sebagai Kajari Kuningan baru, tampak siap menjawab tantangan besar di tempat tugas barunya ini.
Ia menyatakan komitmen penuh untuk mendukung program unggulan daerah, terutama di sektor pertanian dan wisata.
Visi “Kuningan Melesat” disebutnya sebagai target yang harus didorong lewat kepastian hukum yang kuat.
Menariknya, Yustina mengaku langsung terkesan dengan keramahan masyarakat dan potensi kuliner Kuningan.
Ia menilai ikatan sosial masyarakat di daerah ini sangat kuat, terutama terlihat dari tradisi gotong royongnya.
Langkah cepat Yustina sebagai Kajari Kuningan, sangat dinanti untuk menjaga stabilitas daerah pasca ditinggalkan pejabat lama.
Momentum sertijab ini diharapkan tidak mengganggu ritme kerja sama antara Kejaksaan dan Pemkab Kuningan.
Tugas berat kini menanti Yustina untuk membuktikan performanya melebihi durasi singkat pendahulunya.***
Baca juga berita-berita menarik dialektika.id dengan klik Google News.






