PR KUNINGAN — Penyelidikan atas kematian Loana Petrucciani mulai mengarah pada dugaan korban terjatuh ke belakang di dalam apartemen miliknya di Nice, Prancis.
Kejaksaan Nice pada Kamis, 26 Maret 2026 waktu negara Prancis, menyebut hasil pemeriksaan awal menemukan luka di bagian belakang kepala serta memar di area pinggang yang dinilai konsisten dengan benturan akibat jatuh.
Jaksa Damien Martinelli menjelaskan, dari kondisi jasad, korban diperkirakan telah meninggal beberapa hari sebelum ditemukan.
Sampai tahap awal penyelidikan, aparat belum menemukan unsur yang mengarah pada keterlibatan pihak lain dalam kematian mantan figur televisi tersebut.
Loana Petrucciani ditemukan meninggal pada Rabu di kediamannya setelah petugas pemadam kebakaran menerima laporan dari seorang tetangga yang curiga karena tak ada respons dari dalam rumah.
Saat petugas masuk melalui jendela, apartemen disebut masih terkunci dari dalam, dan jasad Loana ditemukan bersama seekor anjing peliharaannya yang juga sudah mati.
Nama Loana dikenal luas di Prancis sejak tampil dalam program Loft Story, acara yang membuatnya menjadi salah satu ikon awal televisi realitas di negara itu.
Di tengah penyelidikan, sahabat dekatnya, Laurent, mengungkap bahwa Loana sudah lama sulit dihubungi.
Menurutnya, kontak terakhir terjadi pada Desember lalu ketika Loana Petrucciani menelepon menggunakan telepon milik sebuah kedai kebab di dekat rumahnya.
Saat itu, Loana disebut mengatakan dirinya sedang berada dalam situasi buruk karena tidak lagi memiliki telepon maupun uang.
Sejak nomor lamanya tak aktif, orang-orang terdekat mengaku kesulitan mengetahui kabarnya.
Sekitar dua pekan lalu, Laurent datang bersama ibu Loana ke apartemen korban, tetapi pintu tak dibuka.
Yang terdengar hanya suara gonggongan anjing dari dalam rumah.
Ia lalu bertanya kepada pemilik toko di sekitar apartemen, dan mendapat jawaban bahwa Loana masih sempat terlihat berjalan pagi sambil membawa anjingnya.
Namun belakangan diketahui kondisinya ternyata jauh dari baik.
Laurent mengaku Loana memang kerap menghilang dari komunikasi, tetapi biasanya tetap bisa menerima pesan di telepon genggamnya.
Dalam ingatannya, Loana adalah sosok yang keras, lugas, tetapi sangat setia kepada orang-orang terdekat.
Ia juga menyebut popularitas Loana pernah begitu besar hingga hampir setiap kemunculannya di ruang publik selalu menarik perhatian.
Dalam beberapa tahun terakhir, kondisi hidup Loana disebut makin berat, terutama secara ekonomi dan mental.
Laurent menilai sahabatnya menghadapi tekanan panjang yang berkaitan dengan kesehatan psikologis, konsumsi obat-obatan, alkohol, dan ketergantungan lain yang sulit dilepaskan.
Meski begitu, baginya Loana tetap figur yang sangat jujur dan tidak pernah menyembunyikan sikap kepada orang di sekitarnya.
Ia bahkan menilai belum ada figur televisi Prancis lain yang mampu menyamai besarnya sorotan media yang pernah didapat Loana Petrucciani pada masa puncak kariernya.***
Baca juga berita-berita menarik dialektika.id dengan klik Google News.






