DIALEKTIKA KUNINGAN — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Kuningan (Uniku) menggelar Yudisium Pengukuhan Sumpah Profesi Guru bagi 805 mahasiswa Program PPG Dalam Jabatan Gelombang III Tahun 2025 pada Jumat (30/1/2026).
Acara yang berlangsung di Ballroom Grand Cordela Hotel ini dihadiri oleh jajaran senat akademik, pimpinan Yayasan Pendidikan Sang Adipati Kuningan (YPSAK), serta Wakil Rektor I, Dr. Toto Supartono, M.Si., yang merepresentasikan otoritas rektoral.
Dalam sambutan akademiknya, Dekan FKIP, Dr. Asep Jejen Jaelani, M.Pd., menekankan bahwa prosesi ini merupakan manifestasi dari transisi mahasiswa menjadi praktisi pendidikan yang memiliki kompetensi profesionalitas tinggi.
“Para lulusan bukan sekadar pemegang sertifikasi formal, melainkan katalisator perubahan yang bertanggung jawab atas pengembangan kualitas pendidikan di tingkat satuan Pendidikan,” ungkap Asep.
Lebih lanjut, ia mendorong adanya kolaborasi berkelanjutan antara alumni dan universitas untuk menciptakan ekosistem riset berbasis kelas serta praktik pembelajaran yang bersifat transformatif.
Dalam perspektif institusional, Wakil Rektor I Uniku menggarisbawahi bahwa kuantitas lulusan sebanyak 805 peserta ini merupakan indikator signifikansi peran Universitas Kuningan dalam memperluas aksesibilitas pendidikan profesi di Indonesia.
“Capaian ini diperkuat dengan keberhasilan universitas dalam melahirkan Guru Besar dari kader internal, yang menjadi tonggak sejarah baru dalam memperkokoh distingsi akademik Uniku di tingkat regional,” kata Toto.
Pihak universitas meyakini bahwa investasi pada sumber daya manusia pendidik merupakan instrumen fundamental dalam upaya meningkatkan indeks pembangunan manusia dan peradaban bangsa.
Selaras dengan hal tersebut, Pembina YPSAK, Drs. Ngatimin DS, M.Pd., memberikan penekanan pada urgensi prinsip long-life learning atau pembelajar sepanjang hayat bagi para tenaga pendidik.
Ia memproyeksikan bahwa adaptivitas guru terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah determinan utama dalam menjaga relevansi kurikulum di masa depan.
Secara komprehensif, pengukuhan ini menegaskan komitmen kolektif yayasan dan universitas dalam mengintegrasikan standar kualitas akademik dengan pengabdian profesional secara berkelanjutan.***
Baca juga berita-berita menarik dialektika.id dengan klik Google News.







