Scroll untuk baca artikel
BeritaSosial

KDM Sidak Kuningan: Pergoki Tambang Liar! Lalu Selamatkan Ciremai Gaji Warga Rp1,5 Juta untuk Tanam Pohon dan Jaga Hutan

×

KDM Sidak Kuningan: Pergoki Tambang Liar! Lalu Selamatkan Ciremai Gaji Warga Rp1,5 Juta untuk Tanam Pohon dan Jaga Hutan

Sebarkan artikel ini
KDM sidak Gunung Ciremai, tegaskan hutan bukan untuk dikomersilkan dan warga akan digaji rawat pohon, (15 Januari 2026).
KDM sidak Gunung Ciremai, tegaskan hutan bukan untuk dikomersilkan dan warga akan digaji rawat pohon, (15 Januari 2026).

DIALEKTIKA KUNINGAN — Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM) turun langsung ke kawasan Gunung Ciremai melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Kamis (15/1/2026).

Dalam sidak tersebut, KDM didampingi Sekda Kabupaten Kuningan, Uu Kusmana, bersama sejumlah kepala OPD guna memastikan kondisi lapangan di kawasan konservasi.

Sidak diawali dari wilayah Pasawahan yang sebelumnya ramai diperbincangkan terkait dugaan aktivitas penambangan ilegal di kaki Gunung Ciremai.

Rombongan kemudian melanjutkan peninjauan ke objek wisata Telaga Nilem, Desa Kaduela, yang berada tak jauh dari lokasi galian batu.

Saat berada di jalur bekas penambangan, KDM berdialog langsung dengan Kepala Balai TNGC Kuningan, Toni Anwar, sembari menunjukkan jejak kerusakan akibat aktivitas tersebut.

Baca Juga:  Yanuar Prihatin: Pilkada 2024 Terburuk di Kuningan

KDM menegaskan bahwa penambangan batu di kawasan konservasi Gunung Ciremai tidak dibenarkan dalam bentuk apa pun.

Ia juga menyoroti lemahnya komitmen rehabilitasi lahan, terutama praktik penanaman pohon yang bersifat seremonial tanpa perawatan berkelanjutan.

Menurut KDM, persoalan kewenangan tidak boleh dijadikan alasan untuk membiarkan kawasan hutan tetap gundul dan rusak.

Sebagai solusi, Gubernur Jabar menggagas skema pemulihan kawasan TNGC dengan melibatkan langsung masyarakat sekitar melalui program penanaman dan perawatan pohon.

Dalam skema tersebut, warga akan diberdayakan mengelola lahan seluas dua hektare dan menerima insentif bulanan sebesar Rp1,5 juta untuk merawat tanaman.

Gubernur Jabar juga menekankan pentingnya perubahan pola pikir semua pihak agar menjaga Gunung Ciremai tidak semata dilihat dari sisi ekonomi.

Ia menegaskan komitmennya menjaga Ciremai sebagai kawasan konservasi, meski secara kewenangan berada di bawah pemerintah pusat.

Baca Juga:  Diterpa Angin Kencang, 4 Kios Rusak Parah di Kasturi

Menurut Dedi Mulyadi, Pemprov Jawa Barat tetap memiliki tanggung jawab moral terhadap kelestarian tanah dan sumber air di kawasan tersebut.

Selain penambangan, KDM juga menyoroti maraknya pencurian kayu komersial seperti sonokeling akibat lemahnya pengawasan di lapangan.

Kang Dedi menilai kurangnya patroli menjadi celah terjadinya penebangan liar dan membuka peluang Pemprov Jabar ikut memperkuat pengamanan kawasan.

Di akhir sidak, KDM memastikan warga yang sebelumnya menambang akan dialihkan menjadi petugas penanam dan perawat pohon.

Ia bahkan menyatakan siap menggaji warga tersebut hingga empat tahun ke depan sampai tanaman tumbuh besar dan kawasan pulih.

Dalam sidak tersebut, Gubernur Jabar tidak didampingi Bupati Kuningan maupun Wakil Bupati karena keduanya tengah menjalankan agenda nasional di luar daerah.

Baca Juga:  Yanuar Prihatin Calon Bupati Kuningan Perhatikan Sektor Pertanian, Perlancar Tugas Mitra Cai Maleber Beri Bantuan ini…

Dedi Mulyadi menegaskan bahwa kawasan Ciremai merupakan wilayah konservasi yang tidak bisa ditawar karena menyangkut keberlanjutan ruang hidup masyarakat Kuningan lintas generasi.***

Baca juga berita-berita menarik dialektika.id dengan klik Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *