DIALEKTIKA KUNINGAN — Terbangnya Haji Umuh Muchtar ke Lampung bukan sekadar mendampingi tim, ada kegelisahan yang ia bawa sejak awal soal kepemimpinan wasit.
Manajer Persib Bandung itu mengaku tetap berangkat meski kondisi kesehatannya kurang baik, karena khawatir timnya kembali dirugikan.
“Saya takut dimainkan lagi sama wasit,” ujar Umuh Muchtar, tanpa menutupi kegundahannya.
Pengalaman di laga sebelumnya melawan Dewa United masih membekas, terutama soal beberapa keputusan yang dinilai merugikan.
Menurutnya, Persib sebenarnya tampil baik, namun kebobolan cepat dan diikuti keputusan yang dianggap terlalu mudah diberikan kepada lawan.
Emosi sempat memuncak sepanjang pertandingan, membuat Umuh tak bisa diam di pinggir lapangan.
“Saya agak berang dan sering teriak juga,” katanya.
Kekhawatiran itu akhirnya sedikit mereda setelah Persib mampu menutup laga dengan kemenangan 4-2 atas Bhayangkara FC.
Hasil tersebut seolah menjawab tekanan yang sempat membayangi sebelum dan selama pertandingan berlangsung.
Namun cerita tak berhenti di lapangan, ruang ganti justru menjadi titik balik yang menentukan arah pertandingan.
Umuh mengungkapkan, ia sempat memberi dorongan keras kepada pemain saat jeda, ketika tim dalam posisi tertinggal.
Ia meminta seluruh pemain meningkatkan fokus dan mengerahkan tenaga tanpa sisa di babak kedua.
“Saya bilang, ini final! Habiskan tenaga kalian di sini!” ucapnya, menggambarkan suasana saat itu.
Pelatih Bojan Hodak juga tak tinggal diam, langsung memberi evaluasi tegas atas kesalahan di babak pertama.
“Bojan bilang, kamu salah ini, salah ini, jangan sampai lagi,” tutur Umuh menirukan pesan pelatihnya.
Tekanan itu dibarengi dorongan agar pemain tidak kehilangan kepercayaan diri.
Umuh mengingatkan bahwa pertandingan belum selesai dan masih ada waktu untuk membalikkan keadaan.
“Masih ada 45 menit, jangan ragu, Insyaallah menang,” katanya.
Respons pemain terlihat di babak kedua, saat Persib mulai mengubah ritme permainan.
Perlahan situasi berbalik, hingga akhirnya tim mampu membalikkan keadaan dan mengunci kemenangan.
Skor 4-2 menjadi penutup yang melegakan, sekaligus membayar kegelisahan yang sempat muncul sejak awal laga.***
Baca juga berita-berita menarik dialektika.id dengan klik Google News.







