Scroll untuk baca artikel
BeritaEkonomi

Tembus 200 Depo, Simak Ini Strategi Bisnis Yaya Sumantri Bawa POMINDO Puncaki Pasar Minyak Goreng Nasional

×

Tembus 200 Depo, Simak Ini Strategi Bisnis Yaya Sumantri Bawa POMINDO Puncaki Pasar Minyak Goreng Nasional

Sebarkan artikel ini
POMINDO mencapai puncak klasemen distribusi minyak goreng nasional dengan 200 depo resmi beroperasi. Depo ke-200 di Bekasi Timur menjadi simbol pemerataan pangan dan stabilitas pasokan.
POMINDO mencapai puncak klasemen distribusi minyak goreng nasional dengan 200 depo resmi beroperasi. Depo ke-200 di Bekasi Timur menjadi simbol pemerataan pangan dan stabilitas pasokan.

DIALEKTIKA KUNINGAN — Peta persaingan bisnis kebutuhan pokok mengalami perubahan besar di penghujung tahun 2025. PT Parama Artha Buwana melalui bendera POMINDO (Pom Minyak Goreng Indonesia) sukses memuncaki pasar minyak goreng Tanah Air.

Direktur Utama POMINDO, H. Yaya Sumantri, S.A.P., M.A.P., mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian yang disebutnya sebagai “kemenangan bagi keluarga Indonesia.”

Di kantor pusat PT Parama Artha Buwana, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Selasa, 23 Desember 2025, Yaya menegaskan bahwa keberhasilan ini didorong oleh keinginan luhur untuk menciptakan ekosistem bisnis yang berkelanjutan.

“Alhamdulillah, hari ini POMINDO mencapai titik puncak klasemen nasional dengan jaringan yang menjangkau 200 Kabupaten dan Kota,” ucapnya.

Baca Juga:  KDM Sidak Kuningan: Pergoki Tambang Liar! Lalu Selamatkan Ciremai Gaji Warga Rp1,5 Juta untuk Tanam Pohon dan Jaga Hutan

Keberhasilan ini digenapkan dengan peresmian unit Depo ke-200 yang berlokasi strategis di Bekasi Timur, Jawa Barat.

Kehadiran depo terbaru ini menjadi bukti nyata ekspansi agresif perusahaan dalam mendekatkan akses minyak goreng berkualitas kepada masyarakat luas.

Mengusung semangat “POMINDO Ada Untuk Semua,” perusahaan ini menawarkan solusi cerdas bagi ketahanan pangan keluarga sekaligus peluang emas bagi para pelaku usaha.

Ada lima alasan kuat mengapa kemitraan Depo POMINDO kini menjadi primadona di kalangan investor:

  • Produk Kebutuhan Primer: Minyak goreng merupakan kebutuhan dasar yang tidak terpengaruh oleh tren musiman, menjamin perputaran uang yang sangat cepat.
  • Teknologi Digital Modern: Penggunaan mesin dispenser otomatis memastikan transparansi takaran dan kebersihan produk yang jauh lebih baik dibanding cara konvensional.
  • Keuntungan Berlipat: Margin usaha yang kompetitif dengan sistem distribusi yang sudah mapan memberikan potensi passive income yang stabil.
  • Dukungan Legalitas Penuh: Kemitraan dibangun di atas payung hukum yang kuat, memberikan rasa aman bagi pemilik modal dalam menjalankan bisnis jangka panjang.
  • Operasional Praktis: Sistem manajemen depo dirancang sangat efisien sehingga mudah dipantau bahkan oleh pengusaha pemula sekalipun.
Baca Juga:  Pemilih Santai, Peserta Gemoy Pemilu Gembira; Kopdar Sarasa Bangun Kesadaran Demokasi Milenial Kuningan

Pencapaian 200 titik ini baru merupakan awal dari visi besar PT Parama Artha Buwana dalam melakukan digitalisasi pasar tradisional.

Dengan dominasi pasar yang semakin kuat, POMINDO diprediksi akan terus menjadi standar baru dalam pendistribusian minyak goreng di masa depan.***

Baca juga berita-berita menarik dialektika.id dengan klik Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *