Scroll untuk baca artikel
Sosial

Kumpulkan Ribuan Anggota di Sidomba, Kwarcab Kuningan Kejar Target Lahirkan 10.000 Pramuka Garuda

×

Kumpulkan Ribuan Anggota di Sidomba, Kwarcab Kuningan Kejar Target Lahirkan 10.000 Pramuka Garuda

Sebarkan artikel ini
Gebyar Pramuka Kuningan 2026 di Sidomba resmi dibuka. Kwarcab targetkan cetak 10.000 Pramuka Garuda demi kuatkan karakter anak muda.
Gebyar Pramuka Kuningan 2026 di Sidomba resmi dibuka. Kwarcab targetkan cetak 10.000 Pramuka Garuda demi kuatkan karakter anak muda.

DIALEKTIKA KUNINGAN — Tantangan masa depan jelas tidak bisa dihadapi dengan modal otak encer dan penguasaan teknologi saja, tapi butuh pondasi pendidikan karakter yang kuat. Pembinaan lewat Gerakan Pramuka pun kini diposisikan sebagai investasi jangka panjang yang bakal menentukan ke mana arah kualitas SDM Kabupaten Kuningan kelak.

Pandangan mendasar tersebut dilontarkan oleh Bupati Kuningan, H. Dian Rachmat Yanuar, saat membuka gelaran Gebyar Pramuka Kabupaten Kuningan Tahun 2026 di Objek Wisata Sidomba, Sabtu (27/6/2026). Di mata Dian, anak-anak yang sedang digembleng hari ini merupakan para pemegang tongkat estafet pembangunan daerah beberapa dekade ke depan.

“Hari ini kita tidak cukup hanya membekali anak-anak dengan kecerdasan intelektual dan kemampuan teknologi. Yang paling penting adalah membangun karakter, memperkuat kecerdasan spiritual, emosional, dan sosial agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang utuh,” kata Dian dengan nada bertenaga.

Ia menilai karakter kuat adalah modal utama yang bikin seseorang tidak mudah tumbang saat dihantam berbagai badai persoalan hidup. Itulah mengapa, urusan moral dan mental ini tidak boleh lagi ditaruh sebagai pelengkap, melainkan harus jadi menu utama dalam mendidik anak muda.

Dian juga mengingatkan bahwa hasil dari pembinaan hari ini baru akan terasa efeknya sekitar 15 atau 20 tahun mendatang, saat merekalah yang memegang kendali untuk membawa Kuningan melompat lebih maju.

Menurutnya, Gerakan Pramuka terbukti menjadi wadah paling efektif untuk menyuntikkan nilai disiplin, kepemimpinan, gotong royong, hingga rasa cinta tanah air yang kerap kali luput diajarkan di dalam kelas formal.

Kepada para orang tua, ia menitipkan pesan agar tidak melulu menyiksa anak dengan target nilai akademik di atas kertas. Bekal hidup yang tak kalah sakral justru ada pada sikap santun, tanggung jawab, kepedulian sosial, serta kesadaran menjaga kelestarian lingkungan sekitar.

Bupati Kuningan kemudian membuat analogi menarik dengan menyamakan karakter seperti akar sebuah pohon besar. Mau seberapa rimbun dan tingginya pohon tersebut, ia akan langsung roboh saat diterjang angin jika akarnya rapuh; sama halnya dengan kecerdasan tanpa integritas.

Momentum ini juga dimanfaatkan Dian untuk melempar apresiasi tinggi kepada jajaran Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kuningan serta para pembina yang tidak lelah bergerilya di lapangan.

“Saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada jajaran Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Kuningan yang terus berkomitmen membentuk karakter anak-anak kita melalui berbagai kegiatan kepramukaan,” tuturnya.

Penghargaan khusus juga dialamatkan bagi para pembina Pramuka yang rela menghabiskan waktu dan energinya demi menuntun calon-calon pemimpin masa depan.

Bagi Dian, tugas menjadi pembina adalah ladang pengabdian yang mulia karena investasi kebaikan yang mereka tanam hari ini akan terus mengalir faedahnya bagi bangsa.

Sebelum menyudahi arahannya, Dian meminta seluruh peserta untuk tetap menjaga kesehatan, patuh pada aturan perkemahan, dan wajib menjaga kebersihan area Sidomba sebagai cerminan komitmen Kuningan sebagai kabupaten konservasi.

Sesuai jadwal, Gebyar Pramuka Kabupaten Kuningan Tahun 2026 ini bakal digeber selama tiga hari penuh, mulai 27 hingga 29 Juni 2026. Agenda ini dirancang bukan sekadar untuk kumpul-kumpul, melainkan jadi kawah candradimuka bagi kepemimpinan dan kreativitas anggota Pramuka.

Di lokasi yang sama, Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kuningan, Rana Suparman, mengakui jika derasnya arus teknologi membuat beban pundak organisasi dalam membentengi moral remaja jadi makin berat.

Guna menjawab tantangan itu, Kwarcab Kuningan kini memasang target ambisius untuk mencetak hingga 10.000 Pramuka Garuda, di mana saat ini posisinya baru menyentuh angka sekitar 4.000 anggota.

Rana pun blak-blakan memuji perhatian serius dari Pemkab Kuningan, mulai dari guyuran bantuan 68 unit tenda yang disebar ke tiap Kwartir Ranting hingga dana stimulan operasional di tingkat kecamatan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati atas perhatian dan dukungan terhadap Gerakan Pramuka. Dukungan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus melakukan pembinaan karakter generasi muda,” aku Rana.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Kegiatan, H. Udi Maksudi, menyebutkan bahwa esensi utama dari Gebyar Pramuka 2026 ini adalah mempererat jalinan silaturahmi sekaligus wadah tukar pikiran metode pembinaan antar-gugus depan.

Mengusung jargon “Bersatu, Berbaur, Berdampak”, kemah besar ini sukses menyedot perhatian 32 Kwartir Ranting dengan total 1.279 peserta kemah. Istimewanya, ada prosesi pelantikan 1.163 Pramuka Garuda baru yang disaksikan langsung oleh orang tua mereka dengan penuh haru.

Hajatan besar di Sidomba ini juga tampak dihadiri oleh perwakilan Kwarda Jawa Barat, Pusdiklatda, anggota DPRD, para kepala dinas, Kepala BNN Kuningan, hingga ribuan pasang mata yang memadati area wisata sejak pagi.***

Baca juga berita-berita menarik dialektika.id dengan klik Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *