Scroll untuk baca artikel
Ekonomi

Akibat Dolar Menggila POMINDO Solusi Ekonomi Desa di Karawang

×

Akibat Dolar Menggila POMINDO Solusi Ekonomi Desa di Karawang

Sebarkan artikel ini
Pomindo resmikan depo pertama di Karawang untuk memperkuat distribusi minyak goreng saat Rupiah menghadapi tekanan dolar AS.
Pomindo resmikan depo pertama di Karawang untuk memperkuat distribusi minyak goreng saat Rupiah menghadapi tekanan dolar AS, (6 Juni 2026).

DIALEKTIKA — Tekanan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kerap berdampak pada harga sejumlah kebutuhan pokok, termasuk minyak goreng. Situasi itu menjadi salah satu alasan pentingnya memperkuat distribusi minyak goreng yang lebih dekat ke masyarakat, seperti yang dilakukan Pomindo melalui pembukaan depo pertamanya di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Nilai tukar Rupiah yang kerap berfluktuasi terhadap dolar AS membuat stabilitas harga kebutuhan pokok menjadi perhatian banyak pihak. Kondisi tersebut mendorong pentingnya ketersediaan jalur distribusi minyak goreng yang lebih dekat dan efisien bagi masyarakat maupun pelaku usaha.

Menjawab kebutuhan itu, Pomindo resmi mengoperasikan depo atau pangkalan minyak goreng pertamanya di Kabupaten Karawang. Kehadiran depo tersebut sekaligus menambah jaringan distribusi Pomindo yang kini telah mencapai 255 depo di berbagai daerah Indonesia, dari Sabang hingga Merauke.

Manajer Perwakilan Depo Pomindo Karawang, Ajat Sudrajat, mengatakan perjalanan menghadirkan depo tersebut tidak berlangsung singkat. Sekitar satu setengah tahun waktu dihabiskan untuk melakukan survei dan penjajakan sebelum operasional akhirnya bisa direalisasikan.

“Proses surveinya sudah sekitar satu tahun setengah. Dalam perjalanan itu saya bertemu dengan beberapa perusahaan dan terus melakukan penjajakan hingga akhirnya dipertemukan dengan Pak Yaya. Alhamdulillah prosesnya berjalan baik dan mendapat respons positif sehingga depo ini bisa berdiri di Karawang,” kata Ajat, Sabtu (6/6/2026).

Menurut Ajat, pemetaan pasar dilakukan secara menyeluruh sebelum depo dibuka. Harga minyak goreng di lapangan, kondisi UMKM, hingga kebutuhan masyarakat menjadi bagian dari kajian yang dilakukan timnya.

Hasil survei tersebut menunjukkan masih tingginya kebutuhan terhadap minyak goreng dengan harga yang lebih terjangkau. Karena itu, keberadaan depo dinilai dapat menjadi salah satu solusi untuk mendekatkan pasokan kepada masyarakat dan pelaku usaha.

Direktur PT Parama Artha Buwana (ParaBu) sekaligus owner POMINDO, H. Yaya Sumantri, S.A.P., M.A.P., menyebut depo Karawang menjadi titik distribusi pertama yang beroperasi di wilayah tersebut. Peresmian itu juga menandai bertambahnya jaringan Pomindo menjadi 255 depo secara nasional.

“Ini merupakan peresmian depo atau pangkalan Pomindo yang ke-255 di Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Untuk Karawang, ini menjadi depo pertama dan satu-satunya. Ke depan kami akan terus mengembangkan jaringan dengan konsep satu dapil satu depo dan satu desa satu outlet,” ujarnya.

Strategi perluasan jaringan itu akan dibarengi dengan pembukaan peluang kemitraan bagi berbagai kalangan. BUMDes, Koperasi Merah Putih, koperasi, agen, kios, toko, grosir hingga pondok pesantren menjadi bagian dari sektor yang disiapkan untuk terlibat.

Yaya menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu pasar potensial yang terus berkembang. Minyak goreng Pomindo, kata dia, memiliki kualitas premium yang memenuhi spesifikasi kebutuhan program tersebut.

“Di beberapa daerah seperti Bengkulu dan Kabupaten Kuningan, Pomindo sudah banyak menyuplai kebutuhan minyak goreng untuk MBG. Minyak kami masuk spesifikasi yang dibutuhkan karena kualitasnya setara minyak kemasan premium,” katanya.

Sambutan positif juga datang dari Camat Kotabaru, Idah Hamidah. Kehadiran Depo Pomindo dinilai dapat membuka peluang ekonomi baru sekaligus memperkuat kolaborasi antara pelaku usaha, masyarakat dan pemerintah desa.

“Kami sebagai Pemerintah Kecamatan Kotabaru mengucapkan terima kasih atas hadirnya Pomindo di wilayah Dapil 5 Kecamatan Kotabaru. Semoga ini menjadi inspirasi dan ke depannya semakin banyak mitra yang bergabung serta berkolaborasi dalam pengembangan ekonomi minyak goreng bersama PT Pratama Arta Buwana,” ujarnya.

Menurut Idah, semakin luas jaringan distribusi dan kemitraan yang terbangun, semakin besar pula peluang pertumbuhan ekonomi masyarakat. Harapan itu sejalan dengan upaya mendorong Karawang agar terus berkembang dan memiliki daya saing yang lebih kuat.

“Mudah-mudahan ekonomi di Kecamatan Kotabaru berjalan dengan baik dan lebih maju lagi serta ikut mendukung Karawang yang semakin maju,” tambahnya.***

Baca juga berita-berita menarik dialektika.id dengan klik Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *