Scroll untuk baca artikel
Pendidikan

Resmi Dibuka! SPPG Jalaksana 002 Jadi Senjata Baru UM Kuningan Tingkatkan Mutu Pendidik

×

Resmi Dibuka! SPPG Jalaksana 002 Jadi Senjata Baru UM Kuningan Tingkatkan Mutu Pendidik

Sebarkan artikel ini
UM Kuningan resmikan SPPG Jalaksana 002 untuk mencetak guru profesional, adaptif, dan berintegritas menghadapi tantangan pendidikan.
UM Kuningan resmikan SPPG Jalaksana 002 untuk mencetak guru profesional, adaptif, dan berintegritas menghadapi tantangan pendidikan.

DIALEKTIKA KUNINGAN — Universitas Muhammadiyah Kuningan resmi meluncurkan MBG SPPG Jalaksana 002 yang berpusat di SMK Muhammadiyah 3 Kuningan pada Senin (20/4/2026).

Momentum ini menjadi langkah strategis UM Kuningan dalam memperkuat program pendidikan profesi guna merespons kebutuhan guru profesional di Jawa Barat.

Acara dibuka dengan khidmat lewat nyanyian lagu kebangsaan Indonesia Raya dan lagu Sang Surya yang menggema di aula pertemuan.

Atmosfer semangat khas Muhammadiyah dalam memajukan dunia pendidikan terasa kental sejak dimulainya prosesi pembukaan.

Dalam laporannya, PIC SPPG Jalaksana 002, Sukisno, M.Pd., menjelaskan bahwa seluruh persiapan teknis dan administratif telah rampung dilaksanakan.

Ia menekankan bahwa keberadaan pusat pendidikan profesi ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam melahirkan pendidik yang unggul di lapangan.

Pernyataan senada juga disampaikan oleh Kepala SPPG Jalaksana 002, Agustinus Ama Ledun, S.E., mengenai komitmen lembaga.

“Kami berorientasi pada kualitas pendidikan yang mampu menjawab tantangan dan kebutuhan zaman yang terus berubah,” ujarnya.

Rektor Universitas Muhammadiyah Kuningan, Dr. Apt. Wawang Anwarudin, M.Sc., dalam pidatonya memberikan apresiasi mendalam atas terselenggaranya kegiatan ini.

Wawang memproyeksikan MBG SPPG Jalaksana 002 bukan sekadar lembaga pelatihan, melainkan pusat pengembangan kompetensi yang inovatif sekaligus adaptif bagi para guru.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kuningan, Ustadz Dadan Rahmatun Ramdan, Lc., turut menyoroti sisi moralitas dari seorang pendidik.

Menurut Dadan, tantangan terbesar saat ini bukan hanya soal transfer ilmu, melainkan bagaimana Muhammadiyah bisa mencetak guru yang memiliki integritas karakter dan akhlak mulia.

Dukungan pemerintah setempat pun mengalir, sebagaimana disampaikan Camat Jalaksana, Asikin, S.IP., M.Si.

Ia menilai program ini merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah Jalaksana secara menyeluruh.

Puncak seremonial ditandai dengan prosesi pemotongan pita oleh Camat Jalaksana dengan didampingi jajaran pimpinan universitas dan tokoh Muhammadiyah setempat.

Pita yang terputus menjadi simbol resmi bahwa MBG SPPG Jalaksana 002 kini telah siap beroperasi melayani para calon guru.

Setelah doa bersama sebagai bentuk rasa syukur, acara ditutup dengan optimisme tinggi dari seluruh elemen yang hadir. Melalui program ini, Universitas Muhammadiyah Kuningan bertekad mencetak guru yang tidak hanya profesional secara administratif, tetapi juga memiliki integritas tinggi menghadapi dinamika pendidikan masa depan.***

Baca juga berita-berita menarik dialektika.id dengan klik Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *