DIALEKTIKA KUNINGAN — Pemerintah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, punya cara unik buat menjinakkan harga kebutuhan pokok yang sering naik turun di pasar. Lewat program GPM Masagi On The Road, mereka menyulap kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Siliwangi jadi pasar dadakan yang langsung diserbu warga pada Minggu (19/4/2026).
Banyak warga yang awalnya cuma niat olahraga pagi, malah berakhir menenteng kantong belanjaan karena harganya memang miring. Strategi jemput bola ini sengaja dilakukan pemerintah biar masyarakat bisa belanja murah sambil menikmati suasana Minggu pagi di depan Pendopo.
Antrean warga mulai terlihat mengular sejak matahari baru muncul demi mendapatkan bahan pangan berkualitas. GPM Masagi On The Road ini bukan sekadar jualan murah, tapi jadi bukti kalau pemerintah daerah hadir langsung di tengah kerumunan masyarakat.
Langkah taktis ini adalah buah kerja bareng antara TPID, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Masagi Mart, hingga para petani yang tergabung dalam Gapoktan. Kolaborasi ini jadi kunci utama biar stok barang selalu ada dan harganya tetap stabil meski kondisi pasar lagi goyang.
Komoditas yang paling dicari tentu saja beras, di mana panitia menyiapkan 500 kilogram yang ludes dengan harga Rp62.500 per 5 kilogram. Tak ketinggalan, ada 240 liter Minyakita seharga Rp15.500 per liter, lengkap dengan cabai, bawang, dan sayuran segar hasil panen petani lokal.
Memotong jalur distribusi yang biasanya panjang jadi rahasia kenapa harga di sini bisa jauh lebih murah dari pasar tradisional. Skema ini bikin petani senang karena produknya dihargai layak, dan warga pun girang karena dompetnya nggak cepat bolong.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, menyebutkan bahwa gerakan ini memang didesain buat menekan laju inflasi secara langsung. “Masyarakat dapat akses pangan di bawah harga pasar, jadi daya beli mereka tetap aman di tengah tekanan ekonomi,” tuturnya.
Selain soal urusan perut, Wahyu menekankan pentingnya melibatkan petani langsung dalam rantai pasok ini. Ia ingin ada keseimbangan pasar di mana petani untung secara ekonomi, tapi harga yang sampai ke tangan ibu rumah tangga tetap masuk akal.
GPM Masagi ini memang punya misi jangka panjang untuk membangun ketahanan pangan daerah yang nggak gampang goyah. Target besarnya jelas: menjaga stok tetap aman, harga terjangkau, dan mencegah spekulasi harga yang bikin inflasi melonjak.
Wahyu berharap distribusi pangan ke depan makin efisien sehingga kemandirian pangan di Kuningan benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh semua kalangan. Pemerintah ingin sistem yang dibangun ini lebih adaptif dengan dinamika kebutuhan warga yang terus berkembang.
Buat warga yang belum sempat datang, jangan khawatir karena GPM Masagi On The Road bakal rutin mejeng setiap Minggu pagi mulai pukul 07.00 sampai 09.00 WIB. Konsistensi ini diharapkan jadi solusi jitu buat menstabilkan harga sekaligus memperkuat ekonomi rakyat secara berkelanjutan.***
Baca juga berita-berita menarik dialektika.id dengan klik Google News.






