Scroll untuk baca artikel
Pendidikan

Potret Mutu Kampus, Tim Asesor LAM-PTKes Bedah Kualitas Prodi Farmasi UM Kuningan

×

Potret Mutu Kampus, Tim Asesor LAM-PTKes Bedah Kualitas Prodi Farmasi UM Kuningan

Sebarkan artikel ini
UM Kuningan jalani asesmen LAM-PTKes untuk Prodi S1 Farmasi, targetkan akreditasi unggul dan penguatan mutu pendidikan.
UM Kuningan jalani asesmen LAM-PTKes untuk Prodi S1 Farmasi, targetkan akreditasi unggul dan penguatan mutu pendidikan.

DIALEKTIKA KUNINGAN — Universitas Muhammadiyah Kuningan kedatangan tamu penting dari tim asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes), Kamis, 16 April 2026.

Kedatangan tim ahli tersebut bertujuan untuk melakukan asesmen lapangan terhadap Program Studi S1 Farmasi yang kini tengah dipacu kualitasnya.

Dua sosok ahli, yakni Prof. Dr. Apt. Nanang Munif Yasin dan Dr. apt. Raditya Iswandana, hadir langsung sebagai asesor untuk memotret kondisi nyata di lapangan.

Suasana penyambutan pun terasa hangat dengan kehadiran jajaran pimpinan universitas, mulai dari Ketua BPH, Wakil Rektor Dr. Nanan Abdul Manan, M.Pd., hingga para Direktur dan Dekan yang tampak kompak mendampingi proses ini.

Dari jajaran fakultas, terlihat Dekan Apt. Imas Maesaroh bersama jajarannya dan Tim Task Force yang sudah bekerja keras menyiapkan segala dokumen akreditasi juga ikut mengawal jalannya kegiatan.

Semangat kolaborasi sangat terasa karena agenda ini dianggap sebagai pertaruhan penting bagi mutu pendidikan di kampus kebanggaan warga Kuningan ini.

Rektor UM Kuningan, Dr. apt. Wawang Anwarudin, M.Sc., dalam sambutannya mengungkapkan rasa bangga dan apresiasinya atas kehadiran tim asesor yang akan membedah kualitas prodi strategis ini.

Ia menekankan bahwa S1 Farmasi bukan sekadar prodi biasa, melainkan ujung tombak kampus yang terus didorong untuk makin adaptif dan unggul di masa depan.

“Kalau kita lihat beberapa tahun terakhir, progres S1 Farmasi ini sangat terasa, mulai dari jumlah mahasiswa yang naik drastis, kualitas dosen yang makin oke, sampai sarana belajar yang terus kami lengkapi,” ujarnya.

Bagi Wawang, akreditasi bukanlah sekadar urusan administratif di atas kertas, melainkan cermin dari kualitas pelayanan pendidikan yang sebenarnya.

Itulah mengapa pihak kampus terus menggenjot sistem penjaminan mutu internal agar tetap konsisten dan berbasis pada hasil yang nyata.

Targetnya pun tak main-main, capaian akreditasi “Unggul” menjadi harga mati agar rencana besar untuk membuka Program Studi Profesi Apoteker bisa segera terwujud.

Sebab, secara aturan, S1 Farmasi dan Profesi Apoteker adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan jika ingin mencetak tenaga medis yang mumpuni.

“Lewat asesmen ini, kami berharap dapat hasil yang paling maksimal sekaligus masukan yang membangun agar prodi ini makin kuat ke depannya,” tutur Rektor UM Kuningan.

Lebih jauh, Universitas Muhammadiyah Kuningan ingin memastikan setiap lulusannya punya karakter kuat, inovatif, dan punya jiwa technopreneurship namun tetap memegang teguh nilai-nilai Islam.

Kampus ingin alumni mereka tidak cuma pintar secara teori, tapi juga bisa langsung ‘gaspol’ memberikan kontribusi nyata di dunia kesehatan masyarakat.

Proses asesmen lapangan ini diharapkan bisa berjalan objektif sehingga potensi asli Prodi S1 Farmasi bisa tergambar secara utuh. Pihak universitas pun menyatakan siap terbuka menerima segala kritik dan saran dari para asesor demi menjaga budaya mutu yang berkelanjutan di lingkungan kampus.***

Baca juga berita-berita menarik dialektika.id dengan klik Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *