DIALEKTIKA KUNINGAN — Universitas Muhammadiyah Kuningan kembali menegaskan langkah internasionalisasinya dengan melakukan monitoring dan evaluasi KKN Internasional mahasiswa di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL).
Kegiatan ini sekaligus dimanfaatkan untuk memperpanjang Memorandum of Understanding (MoU) sebagai dasar keberlanjutan kerja sama antara UM Kuningan dan SIKL.
Rombongan UM Kuningan dipimpin langsung oleh Rektor Dr. apt. Wawang Anwarudin, M.Sc., bersama Wakil Rektor Dr. Nanan Abdul Manan, M.Pd., serta Direktur Direktorat Kelembagaan, Kerja Sama, dan Perencanaan Dr. Casnan, M.Si.
Monitoring dan evaluasi dilakukan untuk memastikan pelaksanaan KKN Internasional berjalan sesuai tujuan akademik dan pengabdian kepada masyarakat.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana melihat langsung dampak kehadiran mahasiswa UM Kuningan terhadap peserta didik di SIKL.
Dalam kunjungan tersebut, pimpinan kampus berdialog dengan pihak sekolah, guru pamong, serta mahasiswa peserta KKN Internasional.
Pembahasan difokuskan pada pelaksanaan program pembelajaran, penguatan karakter siswa, hingga kemampuan mahasiswa dalam beradaptasi dengan budaya setempat.
Evaluasi juga menyentuh sejauh mana kontribusi mahasiswa membantu aktivitas pendidikan di lingkungan SIKL selama program berlangsung.
Rektor UM Kuningan, menyebut KKN Internasional sebagai bagian penting dari upaya membentuk mahasiswa yang berwawasan global.
“program ini tidak hanya soal pengabdian, tetapi juga ruang belajar nyata bagi mahasiswa dalam mengasah komunikasi lintas budaya dan kepemimpinan,” ungkap Wawang, Jumat (6/2/2026).
Ia menegaskan, kegiatan monitoring dilakukan agar pelaksanaan KKN tetap terjaga kualitasnya dan memberi manfaat konkret bagi mitra.
Pada kesempatan yang sama, UM Kuningan dan SIKL menyepakati perpanjangan MoU sebagai bentuk komitmen melanjutkan kerja sama jangka panjang.
Kerja sama tersebut mencakup bidang pendidikan, praktik mengajar internasional, pertukaran mahasiswa, serta pengembangan program kolaboratif lainnya.
Wakil Rektor UM Kuningan, Nanan Abdul Manan menilai keberlanjutan kemitraan ini membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa dan dosen untuk terlibat dalam aktivitas akademik berskala internasional.
Sementara itu, Casnan menegaskan hasil monitoring akan menjadi bahan evaluasi untuk menyempurnakan model KKN Internasional ke depan.
Ia berharap program tersebut semakin terstruktur, terukur, dan memberi dampak nyata, baik bagi mahasiswa maupun mitra luar negeri.
Melalui kegiatan ini, Universitas Muhammadiyah Kuningan kembali menunjukkan posisinya sebagai perguruan tinggi yang adaptif dan berorientasi global dengan program internasional yang berkelanjutan.***
Baca juga berita-berita menarik dialektika.id dengan klik Google News.






