DIALEKTIKA KUNINGAN — Penghasilan jurnalis yang tak selalu menentu membuat Erix Exvrayanto melihat literasi keuangan bukan sekadar pengetahuan tambahan. Baginya, pemahaman tentang pengelolaan keuangan dan peluang ekonomi menjadi bekal penting untuk membangun kemandirian finansial, baik bagi dirinya maupun masyarakat.
Profesi jurnalis tidak selalu harus berhenti pada kegiatan mencari informasi, melakukan wawancara, kemudian menyajikannya kepada publik. Bagi Erix Exvrayanto, ada ruang pengabdian lain yang ingin terus dikembangkan, yakni membantu masyarakat memahami literasi keuangan sekaligus membangun kemandirian finansial.
Semangat tersebut yang kemudian mendorong Erix memperluas aktivitasnya di luar pekerjaan jurnalistik dengan ikut mendukung edukasi literasi keuangan di wilayah Ciayumajakuning, meliputi Kota/Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan.
Upaya yang dijalankannya mendapat perhatian dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Erix menerima penghargaan sebagai Jurnalis Teraktif dalam Mendukung Program Edukasi dan Literasi Keuangan di Ciayumajakuning Tahun 2026.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam kegiatan Financial Expo (FinExpo), yang menjadi bagian dari rangkaian Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 di Grage Mall Cirebon, Sabtu (31/10/2026) hingga Minggu (1/11/2026).
Apresiasi itu sekaligus melengkapi kepercayaan yang sebelumnya diberikan kepada Erix sebagai Duta Literasi Keuangan. Melalui peran tersebut, ia ikut mendorong masyarakat agar semakin mengenal dan mampu mengakses produk serta layanan keuangan formal sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing.
Bagi Erix, penghargaan dari OJK bukan semata-mata pengakuan atas aktivitas yang telah dijalankan, tetapi juga menjadi penyemangat untuk terus terlibat dalam kegiatan edukasi keuangan. Ia mengaku bersyukur atas pencapaian tersebut dan menyampaikan bahwa dukungan rekan-rekan jurnalis turut memberikan energi dalam menjalankan peran tersebut.
“Alhamdulillah wasyukurillah. Penghargaan ini berkat karunia dan rahmat dari Allah SWT serta berkat semangat dari teman-teman jurnalis semua,” katanya.
Erix juga menyampaikan apresiasi kepada OJK yang telah memberikan kepercayaan kepadanya sebagai Duta Literasi Keuangan. Secara khusus, ia mengucapkan terima kasih kepada Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib atas bimbingan dan dukungan selama dirinya menjalankan aktivitas tersebut.
Ada alasan yang cukup dekat dengan kehidupan profesinya ketika Erix memilih ikut mendorong pemahaman keuangan di tengah masyarakat. Ia melihat kondisi jurnalis saat ini tidak selalu menjanjikan penghasilan tetap sehingga kemampuan mengelola keuangan dan mengembangkan sumber pendapatan lain menjadi hal yang semakin penting.
“Saya semangat mendukung edukasi literasi keuangan, didorong nasib jurnalis hari ini yang susah mendapat penghasilan tetap, jadi sambil belajar sebagai penulis lepas supaya bisa merasakan financial freedom,” ungkap lulusan Hubungan Internasional (HI) UMY dan Magister Ilmu Komunikasi (MIKOM) UPN Yogyakarta tersebut.
Keinginan untuk terus mengembangkan kapasitas diri juga terlihat dari kiprahnya sebagai penulis buku “Publisher Rights di Indonesia: Negosiasi Terhadap Platform Digital, Upaya Penyehatan Ekosistem Bisnis Media Massa.”
Buku tersebut mengangkat persoalan negosiasi antara perusahaan media dan platform digital, termasuk upaya menjaga keberlangsungan serta kesehatan ekosistem bisnis media massa di tengah perubahan industri pers.
Aktivitas edukasi keuangan yang dijalankan Erix juga tidak terbatas pada lingkungan profesi maupun kegiatan bersama OJK. Sebagai Sekjen BOBOKO (Bobotoh Kolot) Persib Distrik Kabupaten Kuningan, ia turut membawa edukasi literasi keuangan ke lingkungan komunitas, terutama bagi anggota yang menjalankan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Langkah tersebut dinilai penting karena komunitas suporter juga memiliki anggota dengan latar belakang ekonomi dan pekerjaan yang beragam. Pelaku UMKM, misalnya, membutuhkan pemahaman mengenai layanan keuangan formal agar dapat menentukan pilihan pembiayaan sekaligus mengelola keuangan usaha secara lebih tepat sesuai kemampuan.
Keterlibatan komunitas menjadi salah satu cara memperluas jangkauan edukasi keuangan agar tidak hanya berlangsung melalui kegiatan kelembagaan. Pemahaman tersebut diharapkan dapat menjangkau kelompok masyarakat yang berhadapan langsung dengan kebutuhan pengelolaan keuangan dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib menilai penghargaan kepada Erix merupakan bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam mendukung penguatan sinergi dan kolaborasi program literasi hingga inklusi keuangan secara berkelanjutan.
“Selamat untuk Bang Erix, terus perkuat sinergi dan kolaborasi bersama OJK,” puji Kepala OJK Cirebon.***
Baca juga berita-berita menarik dialektika.id dengan klik Google News.







