DIALEKTIKA KUNINGAN — Memasuki usia ke-528 tahun, Kabupaten Kuningan tancap gas lewat filosofi “Melesat Ngudag Jaman, Ngakar Kuat Purwadaksi” yang memadukan lonjakan ekonomi dengan pemeliharaan akar tradisi.
Peringatan Hari Jadi ke-528 Kuningan menjadi ajang refleksi mendalam atas rekam jejak pembangunan sekaligus momentum memantapkan arah kebijakan ke depan.
Mengusung tema “Melesat Ngudag Jaman, Ngakar Kuat Purwadaksi”, Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menekankan pentingnya bergerak cepat mengikuti zaman tanpa mencabut akar tradisi dan nilai keagamaan setempat.
Bagi Pemkab Kuningan, frasa “Melesat Ngudag Jaman” memuat dorongan adaptasi teknologi dan percepatan ekonomi, sementara “Ngakar Kuat Purwadaksi” menjadi pegangan agar kemajuan tetap berpijak pada identitas daerah.
Sejumlah capaian di bawah kepemimpinan Dian Rachmat Yanuar bersama Wakil Bupati Tuti Andriani sepanjang 2025 hingga pertengahan 2026 terus dipacu lewat 10 program unggulan serta visi Kuningan Melesat.
Geliat pembangunan ini paling terlihat dari Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Kuningan yang melonjak hingga 6,98 persen pada 2025, bahkan menyentuh angka 7,01 persen pada Triwulan I 2026.
Peningkatan aktivitas ekonomi warga juga terpotret dari angka PDRB per kapita yang naik mencapai Rp33,94 juta sepanjang tahun lalu.
Sektor fisik tak ketinggalan, di mana tingkat kemantapan jalan daerah menembus 78,23 persen dan program Jawara Tani sukses merampungkan perbaikan 235 unit irigasi serta penyaluran 30.000 ton pupuk bersubsidi.
Sektor pendidikan ikut disuntik pembenahan lewat pembangunan 18 ruang kelas baru, rehab 307 kelas rusak, hingga penyediaan puluhan fasilitas laboratorium dan sanitasi sekolah.
Di ranah kesehatan masyarakat, penanganan stunting terus ditekan menuju target di bawah 10 persen beriringan dengan pembenahan layanan dasar di tiap puskesmas.
Sisi religiusitas daerah disentuh lewat program Ngaji Diri yang menyalurkan insentif untuk 1.000 guru ngaji, beasiswa bagi 1.250 santri, hingga pembenahan sanitasi di lingkungan pesantren.
Komitmen transparansi Pemkab Kuningan pun membuahkan predikat Kabupaten Informatif dari Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat.
Masalah ketenagakerjaan mulai terurai setelah Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berhasil ditekan ke angka 7,59 persen pada 2025.
Lewat bursa kerja Gema Sadulur, pemerintah daerah memfasilitasi 13.358 lowongan pekerjaan yang sejauh ini sudah menyerap 3,280 tenaga kerja lokal.
Pembenahan pemukiman warga dilakukan dengan merehabilitasi 1.388 unit Rutilahu serta menyokong pembangunan 2,444 rumah bersubsidi dari pengembang.
Sektor UMKM juga mendapat sentuhan pembinaan pada 42.937 unit usaha, sejalan dengan pemulihan pariwisata yang berhasil menyedot lebih dari 3 juta pelancong sepanjang 2025.
Upaya pelestarian warisan lokal membuahkan hasil manis setelah Kesenian Dogig dan Pesta Dadung resmi diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Jawa Barat.
Dari sisi akuntabilitas tata kelola keuangan, Kabupaten Kuningan kembali mempertahankan predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK
Perbaikan layanan hukum dan publik turut diapresiasi lewat Indeks Reformasi Hukum skor 88,4 kategori A serta predikat Kualitas Tinggi dari Ombudsman RI.
Torehan prestasi nasional disempurnakan dengan raih predikat Terbaik II Regional Jawa-Bali untuk implementasi Program Tiga Juta Rumah dari Kemendagri.
Sinergi gotong royong antara warga, tokoh masyarakat, dan pengusaha lokal dalam merenovasi Rutilahu turut mengganjot datangnya bantuan porsi tambahan 250 unit bedah rumah dari pusat.
Kendati deretan indikator menunjukkan angka positif, Bupati Dian mengingatkan jajarannya untuk tidak cepat berpuas diri dengan capaian yang ada.
Ia menyadari masih banyak warga yang membutuhkan uluran tangan, pemerataan infrastruktur yang belum tuntas, serta potensi anak muda yang butuh ruang ekspresi.
Bagi Dian, keberhasilan pembangunan daerah tidak sebatas ditakar dari megahnya bangunan fisik, melainkan dari rasa keadilan dan ketenteraman yang hadir di tengah masyarakat.
Oleh karena itu, momentum peringatan hari jadi ini dipakai untuk mempererat keterlibatan seluruh elemen daerah mulai dari Forkopimda, ulama, hingga akademisi.
Bupati mengajak segenap warga untuk merawat Kuningan sebagai rumah bersama yang perlu dibangun dengan semangat kebersamaan.
Pendekatan gotong royong dinilainya menjadi kunci utama agar Kuningan bisa berlari kencang tanpa kehilangan pijakan budayanya.
Apresiasi tinggi disampaikan Bupati kepada warga serta putra-putri daerah yang sukses mengukir prestasi hingga tingkat nasional dan internasional.
Ucapan terima kasih juga dialamatkan kepada para tokoh daerah yang konsisten mengawal dan mengasistensi program pembangunan pemerintah.
Tak lupa, dukungan sinergis dari jajaran unsur Forkopimda Kuningan diakui sangat berperan dalam menjaga iklim daerah tetap kondusif.
Apresiasi khusus disematkan kepada panitia pelaksana yang dikomandoi Sekda U. Kusmana atas terselenggaranya seluruh rangkaian acara peringatan hari jadi
Peringatan usia ke-528 ini pada akhirnya menjadi pengingat bahwa kemajuan daerah harus berjalan seiring dengan kokohnya akar sejarah dan nilai kebersamaan warga.***
Baca juga berita-berita menarik dialektika.id dengan klik Google News.






