Scroll untuk baca artikel
BeritaSosial

Khutbah Jum’at di Masjid Ar-Rahmat, Khotib Ingatkan Jangan Sia-siakan Siang di Bulan Suci Ramadan

×

Khutbah Jum’at di Masjid Ar-Rahmat, Khotib Ingatkan Jangan Sia-siakan Siang di Bulan Suci Ramadan

Sebarkan artikel ini
Khutbah Jumat di Masjid Ar-Rahmat Kuningan tekankan pentingnya mengisi waktu siang Ramadan dengan zikir, kajian, dan amal bermanfaat.
Khutbah Jumat di Masjid Ar-Rahmat Kuningan tekankan pentingnya mengisi waktu siang Ramadan dengan zikir, kajian, dan amal bermanfaat.

DIALEKTIKA KUNINGAN — KH Toto Waliyudin mengingatkan jamaah agar waktu siang Ramadan tidak dibiarkan kosong tanpa amal yang bermanfaat.

Suasana di Masjid Ar-Rahmat komplek Pendopo Bupati Kuningan tampak lebih ramai dari biasanya saat Sholat Jum’at, Jumat (20/2/2026). Tak hanya ASN, warga dari luar lingkungan kantor juga ikut memadati saf.

KH Toto Waliyudin dipercaya menyampaikan Khutbah Jum’at. Sementara tugas murotib atau bilal dijalankan Ustad Oom Romli.

Dalam Khutbah Jum’at berjudul “Mengisi Amaliah di Siang Hari pada Bulan Ramadhan”, KH Toto menekankan bahwa Ramadan bukan bulan untuk bermalas-malasan. Menurutnya, waktu di siang hari justru harus dijaga agar tidak terbuang percuma.

Baca Juga:  Diterpa Angin Kencang, 4 Kios Rusak Parah di Kasturi

Ia mengingatkan, waktu luang yang tidak diisi dengan hal baik sering kali justru menyeret pada hal yang sia-sia. Karena itu, setiap Muslim diminta lebih sadar mengelola harinya.

KH Toto kemudian memaparkan sejumlah amalan sederhana yang bisa dilakukan sejak pagi. Salah satunya memperbanyak zikir, termasuk membaca doa perlindungan “Bismillahilladzi laa yadhurru ma’asmihi syaiun fil ardhi wa laa fis samaa wa huwas samii’ul ‘aliim” minimal tiga kali.

Doa itu bermakna memohon perlindungan kepada Allah, agar terhindar dari bahaya di bumi maupun di langit. Ia menyebut, amalan kecil yang rutin justru punya dampak besar.

Selain itu, jamaah diingatkan menjaga sholat berjamaah, terutama Isya dan Subuh yang keutamaannya besar. Ia juga mendorong jamaah ikut halaqah, kajian, tadarus Al-Qur’an, atau diskusi keagamaan agar siang Ramadan tetap produktif.

Baca Juga:  Timnas Indonesia Catatkan Rekor Sejarah Baru Menjadi Satu-satunya Wakil Asia Tenggara Lolos Ronde-3 Kualifikasi Piala Dunia 2026

Menjelang Ashar, KH Toto mengajak jamaah saling mengingatkan dalam kebaikan. Dakwah, katanya, bisa dimulai dari hal paling dekat.

Ilmu yang didapat dari kajian juga sebaiknya dibagikan kembali kepada keluarga dan tetangga. Ramadan, menurutnya, bukan hanya soal ibadah pribadi, tapi juga memperbaiki lingkungan sekitar.

Ia menutup khutbah dengan pesan sederhana: bantu keluarga di rumah, jaga sikap, dan perhatikan tutur kata. Ramadan harus terlihat dalam perilaku, bukan sekadar rutinitas ibadah.***

Baca juga berita-berita menarik dialektika.id dengan klik Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *