DIALEKTIKA KUNINGAN — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kuningan sejak Kamis malam hingga Jumat dini hari memicu longsor di kawasan Gunung Cina, Desa Cipakem, Kecamatan Maleber.
Tebing milik Perhutani setinggi 17 meter ambrol dan menutup akses jalan penghubung antar dusun serta desa tetangga di Kecamatan Ciniru.
Kejadian yang berlangsung sekitar pukul 01.00 WIB ini sempat memutus akses kendaraan roda empat karena material tanah menutup jalan sepanjang 15 meter.
Berdasarkan laporan terbaru BPBD Kuningan, titik longsor berada di jalur yang menghubungkan Dusun Cihirup menuju Dusun Pakulahan dan Desa Cipedes.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, meski aktivitas warga sempat terhambat karena jalan hanya bisa dipaksakan lewat bagi kendaraan roda dua.
Aparat desa setempat langsung bergerak cepat melakukan koordinasi dengan pihak kecamatan, TNI, Polri, hingga tim BPBD untuk penanganan darurat.
Warga bersama petugas gabungan kemudian turun ke lokasi melakukan kerja bakti membersihkan sisa material tanah yang menimbun badan jalan.
Meski sempat membutuhkan bantuan alat berat, proses pembersihan material secara gotong royong akhirnya membuahkan hasil.
Kondisi terakhir di lapangan dilaporkan sudah mulai kondusif dan cuaca di sekitar lokasi terpantau cerah berawan pada Minggu sore.
Pihak pemerintah desa tetap meminta warga untuk ekstra waspada, mengingat curah hujan yang masih tidak menentu bisa memicu longsor susulan.
Masyarakat juga diminta segera melapor jika melihat tanda-tanda rekahan tanah di sekitar tebing agar langkah antisipasi bisa diambil lebih awal.***
Baca juga berita-berita menarik dialektika.id dengan klik Google News.






