Scroll untuk baca artikel
BeritaInfoKesehatan

BGN Tutup Dapur MBG Bermasalah? Deadline 30 Oktober 2025 Meleset, 80% SPPG di Jawa Barat tak SLHS! Akankah Ditutup…

×

BGN Tutup Dapur MBG Bermasalah? Deadline 30 Oktober 2025 Meleset, 80% SPPG di Jawa Barat tak SLHS! Akankah Ditutup…

Sebarkan artikel ini
Sebanyak 80% dapur program Makan Gratis Jabar terancam ditutup karena gagal penuhi standar kebersihan SLHS pasca tenggat waktu 30 Oktober 2025.
Sebanyak 80% dapur program Makan Gratis Jabar terancam ditutup karena gagal penuhi standar kebersihan SLHS pasca tenggat waktu 30 Oktober 2025. (gambar ilustrasi/istimewa)

DIALEKTIKA KUNINGAN — Kabar gembira sekaligus ironi dari Jawa Barat! Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digembar-gemborkan ternyata menyimpan rahasia kelam: mayoritas dapurnya mungkin lebih cocok jadi lokasi uji nyali daripada tempat masak!

Bagaimana tidak, dari 2.131 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani masyarakat, hanya 408 yang berhasil lulus ujian kebersihan dan mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) per 30 Oktober.

Ya, Anda tidak salah baca: Hanya 19%! Sisanya? Anggap saja dapur yang beroperasi dengan filosofi kearifan lokal ala kadarnya!

Kepala Dinas Kesehatan Jabar, dr. Vini Adiani Dewi, sampai turun tangan menjelaskan. Menurutnya, kegagalan massal ini bukan karena ribetnya birokrasi, tapi karena standar kebersihan para pengelola dapur yang “unik”.

Baca Juga:  Wushu Kuningan Turut Berdukacita atas Berpulangnya Haji Kiki Owner J&J Linggarjati

“Banyak yang mengajukan, tapi setelah kami cek, ternyata bangunannya belum sesuai ketentuan dan fasilitas kebersihannya belum memadai,” ujar Vini, (1/11/2025) seolah-olah terkejut melihat dapur yang seharusnya bersih malah mirip gudang belakang.

“Petugas di daerah sudah kerja 24 jam, bolak-balik ngajarin, tapi ya begitulah. Tinggal menunggu keaktifan semua pihak… atau hidayah,” tambahnya dengan nada lelah.

Tolong, Jangan Masak di Bangunan Kumuh!

Sekretaris Daerah Jabar, Herman Suryatman, dengan wajah serius mengingatkan bahwa tenggat waktu 30 Oktober 2025 adalah harga mati. Beliau bahkan melontarkan ultimatum yang sangat elegan:

“Kalau sampai akhir 30 Oktober belum punya SLHS, kami akan beri rekomendasi penghentian sementara. Kami ingin fair, jadi kami kasih kesempatan mereka memperbaiki sarana, seperti mungkin… memasang pintu dan keran air yang layak,” tegas Herman.

Baca Juga:  Link Live Streaming Manchester United vs Bournemouth: Tim Tamu Kubur Setan Merah! MU Terancam Rekor Memalukan

Intinya, Pemprov Jabar harus bertindak layaknya orang tua yang memarahi anaknya: “Tolong, Nak, kalau mau memberi makan orang, pastikan dulu dapurnya tidak mengundang tikus dan bakteri, ya!”

Kini, nasib ribuan SPPG yang jorok itu ada di tangan Pemprov. Akankah mereka benar-benar tega menindak tegas dapur-dapur ‘bersejarah’ tersebut, ataukah standar higienis akan kembali dikompromikan demi kelangsungan program? Kita tunggu saja drama sinetron kebersihan ini berlanjut!

Baca juga berita-berita menarik dialektika.id dengan klik Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *