Relawan Penjaga TPS Ganjar-Mahfud Dikumpulkan Jurkamnas TPN Oktafiandi dan 2 Tokoh Legendaris PDIP Kuningan

Jurkamnas TPN Ganjar-Mahfud Oktafiandi kembali mengadakan Training of Trainer (ToT) dengan mengumpulkan ratusan relawan penjaga TPS di Kecamatan Kadugede, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, pada Rabu, 31 Januari 2024.
Jurkamnas TPN Ganjar-Mahfud Oktafiandi kembali mengadakan Training of Trainer (ToT) dengan mengumpulkan ratusan relawan penjaga TPS di Kecamatan Kadugede, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, pada Rabu, 31 Januari 2024.*

DIALEKTIKA — Bertempat di Kecamatan Kadugede, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, pada Rabu, 31 Januari 2024, Jurkamnas TPN Ganjar-Mahfud Oktafiandi kembali mengadakan Training of Trainer (ToT) dengan mengumpulkan ratusan relawan penjaga TPS yang merupakan Baraya Kang Okta (BKO).

Oktafiandi yang juga terdaftar sebagai Caleg DPR RI untuk Dapil 10 Jabar dari Partai PDI  Perjuangan, dalam kegiatan itu ia menekankan beberapa hal penting kepada relawan.

Training of Trainer (ToT) relawan penjaga TPS ini juga dihadiri mantan Bupati Kuningan H. Acep Purnama dan satu tokoh legendaris PDIP Kuningan lainnya, mantan Ketua DPRD Kuningan, Rana Suparman.

Dalam agenda ini diterangkan visi-misi pasangan capres dan cawapres Ganjar Pranowo – Mahfud MD, yang terdiri dari 62 halaman, bahwa diantaranya, pasangan Ganjar-Mahfud menjamin ketersediaan pangan dari dalam negeri, aman, berkualitas, murah, dan terdiversifikasi berbasis kearifan lokal serta mendukung Desa Mandiri Pangan, memastikan pangan murah melalui stabilisasi harga pangan.

Oktafiandi kemudian menyatakan bahwa dalam program lahan subur untuk petani, Ganjar Pranowo – Mahfud MD berjanji untuk menghentikan alih guna lahan untuk memastikan bahwa lahan subur dan produktif diberikan kepada petani kecil dan buruh tani, dan untuk memperkuat pengelolaan tata ruang yang adil dan berkelanjutan.

Kang Okta—sapaan akrabnya, juga menekankan kekuatan relawan di lapangan dalam mengawasi suara Ganjar-Mahfud, baik menjelang pemilihan, di TPS, maupun setelah pemilihan. “Mari kita kawal kemenangan Ganjar-Mahfud.” Dia menegaskan bahwa tidak boleh mundur karena ketakutan!”

Menurutnya, kemenangan Ganjar-Mahfud menyerupai keadaan tahun 2014 saat Jokowi maju sebagai presiden. Kala itu, Jokowi dipandang sebelah mata oleh lawan politiknya karena latar belakangnya yang sama dengan Ganjar.

“Kondisi sekarang sama dengan ketika kita memenangkan Jokowi tahun 2014. Saat itu, tidak ada satu pun lembaga survei yang memenangkan Jokowi. Semua elit politik juga tidak percaya bahwa dia akan menang. Semua kekuatan bersatu di seberang Jokowi, bahkan koalisi partai yang kecil. Dia menyatakan bahwa itu sama persis dengan Ganjar hari ini,” katanya.

“Hari ini juga begitu ketika Tuhan dan rakyat ingin Jokowi menang,” sambung Okta dengan optimis, dia berkata, “Biarkan saja mereka menari di atas alunan musik gombalan yang mereka buat sendiri untuk menyenangkan calon mereka. Nanti tarian mereka akan berhenti sendiri bersamaan dengan genderang rakyat untuk kemenengan Ganjar-Mahfud.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *