PR KUNINGAN — Keamanan Kuningan tidak bisa hanya dititipkan kepada polisi dan TNI. Pesan itu mengemuka saat tiga pilar bersama ormas dan masyarakat berkumpul, menyatukan komitmen untuk menjaga daerah tetap aman dan kondusif.
Upaya menjaga keamanan dan ketertiban Kabupaten Kuningan kembali diperkuat melalui Apel Kebangsaan Lintas Elemen yang berlangsung di Halaman Mapolres Kuningan, Jumat (14/8/2026).
Apel tersebut mempertemukan Polres Kuningan, Kodim 0615/Kuningan, Pemerintah Daerah, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai unsur masyarakat sebagai satu kekuatan untuk menjaga kondusivitas Kuningan dan Jawa Barat.
Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara Pratama, Dandim 0615/Kuningan Letkol Arh Hafda Prima Agung, dan Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., hadir sekaligus memimpin kegiatan tersebut.
Bellen menegaskan persoalan keamanan dan ketertiban bukan pekerjaan aparat semata. Menurutnya, seluruh unsur masyarakat memiliki peran untuk ikut menjaga sekaligus merawat situasi tetap aman.
“Komitmen bersama bahwa semua stakeholder, semua elemen masyarakat, semua elemen yang ada di wilayah Jawa Barat maupun khususnya di Kuningan itu bersama-sama bertanggung jawab juga dalam menjaga dan merawat Jawa Barat,” ujar Bellen.
Ia menyebut Apel Kebangsaan bukan sekadar agenda seremonial. Pertemuan lintas elemen tersebut menjadi pengingat agar semangat kebersamaan dalam menjaga keamanan tidak berhenti setelah kegiatan selesai.
Dandim 0615/Kuningan Letkol Arh Hafda Prima Agung menyampaikan hal senada. Menurutnya, apel menjadi ruang untuk menyatukan kembali seluruh unsur masyarakat agar Kuningan tetap berada dalam kondisi aman dan tertib.
Kehadiran berbagai stakeholder, organisasi kemasyarakatan, serta masyarakat menunjukkan bahwa persoalan kondusivitas daerah mulai dipandang sebagai tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas satu institusi.
Komitmen itu kemudian dituangkan melalui penandatanganan kesepakatan bersama oleh perwakilan elemen yang hadir. Tanda tangan tersebut menjadi simbol kesediaan bersama menjaga Kuningan sebagai bagian dari Jawa Barat agar tetap aman, tertib, dan kondusif.
Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menyambut positif pelaksanaan Apel Kebangsaan tersebut. Ia menilai keamanan daerah menjadi salah satu fondasi yang tidak bisa dipisahkan dari upaya mendorong pembangunan.
“Ini tugas siapa? Bukan hanya tugas aparat saja tapi tugas kita semua. Ini salah satu syarat untuk membangun sebuah daerah maju, ya kondusif,” kata Dian.
Ia berharap semangat yang muncul dari apel tersebut tidak berhenti sebagai slogan. Nilai toleransi, saling menghargai, serta semangat silih asah, silih asih, dan silih asuh perlu terus hidup dalam keseharian masyarakat.
Bagi Dian, situasi yang aman bukan sekadar membuat warga merasa nyaman beraktivitas. Kondusivitas juga menjadi modal penting agar roda pembangunan daerah bisa berjalan dan berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan tidak hanya diisi apel dan penandatanganan komitmen. Satuan Lalu Lintas Polres Kuningan juga menggelar aksi sosial bagi pengemudi ojek online berupa servis kendaraan dan penggantian oli secara gratis.
Layanan tersebut menjadi bagian dari kepedulian aparat kepada masyarakat sekaligus bentuk pelayanan yang menyentuh kebutuhan warga secara langsung.
Seluruh rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama. Pesannya sederhana, tetapi cukup tegas: menjaga Kuningan tetap aman dan kondusif bukan tugas polisi atau TNI saja, melainkan pekerjaan bersama seluruh elemen masyarakat.***
Baca juga berita-berita menarik dialektika.id dengan klik Google News.







