DIALEKTIKA KUNINGAN — Nekat ngeluruk ke Purbalingga naik bus dinas, rombongan Bupati Kuningan akhirnya berpesta. Hasil imbang 1-1 kontra raksasa Grup Q resmi mengantar PESIK Kuningan terbang tinggi ke babak 16 besar nasional!
Asa sepak bola Kabupaten Kuningan dipastikan tetap menyala dan siap membakar panggung nasional.
PESIK Kuningan sukses mengunci tiket keramat ke babak 16 besar setelah menyudahi laga hidup-mati kontra Persibangga lewat skor kembar 1-1.
Pertandingan tensi tinggi yang digulirkan di Stadion Goentoer Darjono, Purbalingga, Senin (15/6/2026) sore tersebut menjadi saksi kepahlawanan anak-anak Kuningan.
Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, terlihat tegang di tribun penonton saat mengawal langsung perjuangan tim kebanggaannya dari pinggir lapangan.
Rombongan pejabat teras termasuk Sekda Uu Kusmana bahkan nekat berangkat bareng menggunakan satu bus demi menebar teror mental bagi tuan rumah.
Sengatan bertubi-tubi langsung dilancarkan Persibangga yang sejak awal turnamen dicap sebagai kesebelasan terkuat di Grup Q.
Untungnya, kedisiplinan tingkat tinggi pertahanan Pesik membuat frustrasi lini depan lawan hingga babak pertama usai.
“Alhamdulillah target tidak boleh kalah berhasil kita amankan bersama,” cetus Bupati Dian Rachmat dengan wajah semringah usai peluit panjang ditiup wasit.
Menurutnya, kekalahan bakal langsung membuat langkah tim tersisih, namun perjuangan spartan para pemain di lapangan berhasil membalikkan semua prediksi pengamat.
Langkah cerdik Laskar Kuda Ciremai kian mulus lantaran pada laga lain kompetitor terdekat mereka justru keok dan kehilangan poin penting.
Kondisi tersebut otomatis memuluskan jalan Pesik untuk terus melaju ke fase gugur tanpa perlu bergantung pada hasil tim lain.
“Kelolosan ini murni kerja keras seluruh tim dan menjadi kado terindah bagi masyarakat Kuningan,” tambah Dian sembari menyalami jajaran ofisial.
Apresiasi tinggi langsung ditiupkan sang Bupati kepada arsitek strategi, para pemain, hingga seluruh kru yang sudah memeras keringat di rumput hijau.
Rantai doa dari para pencinta sepak bola di daerah asal diakui menjadi bahan bakar utama yang melipatgandakan motivasi bertanding skuad.
Dian berharap performa solid ini tidak mengendur agar Pesik bisa terus meledak dan mengharumkan nama daerah di pentas tertinggi.
Agenda penyambutan khusus dan pemberian bonus motivasi kini sudah disiapkan pemkab saat rombongan tim tiba kembali di Kuningan.
Keberhasilan menembus fase 16 besar berskala nasional ini jelas menjadi tinta emas sekaligus pembuktian kelas bagi sepak bola Kuningan.
Kolaborasi apik antara manajemen, dukungan total pemerintah, dan militansi pemain terbukti ampuh meruntuhkan dominasi tim-tim besar.
Ujian berikutnya dipastikan bakal jauh lebih berat seiring meningkatnya ekspektasi publik yang ingin melihat tim kesayangan mereka naik kasta.
Pesik Kuningan sendiri berhak melenggang ke fase berikutnya dengan menyandang status mentereng sebagai runner-up Grup Q.
Kota Gudeg kini bersiap menjadi arena pertempuran baru, di mana babak 16 besar nasional dijadwalkan bakal digulirkan di Yogyakarta pada 19-26 Juni 2026 mendatang.***
Baca juga berita-berita menarik dialektika.id dengan klik Google News.






