Scroll untuk baca artikel
BeritaPersib

Kapten PERSIB Marc Klok Tuntut Bhayangkara FC Minta Maaf: Saya Bilang Ball Back, Bukan Black!

×

Kapten PERSIB Marc Klok Tuntut Bhayangkara FC Minta Maaf: Saya Bilang Ball Back, Bukan Black!

Sebarkan artikel ini
Manajemen Persib bela Marc Klok dari tuduhan rasisme di laga kontra Bhayangkara FC. Klok sebut ada salah paham antara kata ball dan black.
Manajemen Persib bela Marc Klok dari tuduhan rasisme di laga kontra Bhayangkara FC. Klok sebut ada salah paham antara kata ball dan black.

DIALEKTIKA KUNINGAN — Kericuhan usai laga antara Persib Bandung melawan Bhayangkara FC di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Kamis 20 April 2026 lalu, menyisakan isu sensitif yang kini menggelinding panas ke ranah tuduhan rasisme.

Manajemen PT Persib Bandung Bermartabat langsung mengambil sikap tegas dengan menegaskan bahwa sebagai klub profesional, mereka tak memberikan ruang sedikit pun bagi perilaku rasis di lapangan hijau.

Persib berdiri pasang badan untuk melindungi kapten mereka, Marc Klok, yang secara terang-terangan membantah telah melontarkan kata-kata merendahkan sebagaimana yang dituduhkan pihak lawan.

Pihak manajemen menilai setiap tuduhan serius wajib bersandar pada fakta yang kuat, sembari mendesak agar otoritas terkait melakukan investigasi secara transparan dan adil.

Imbauan agar semua pihak menahan diri dari spekulasi pun dilontarkan, demi menjaga atmosfer kompetisi sepak bola nasional tetap kondusif di tengah tensi yang meninggi.

Marc Klok sendiri angkat bicara dengan nada kecewa karena merasa nama baiknya dicemarkan oleh informasi yang dipelintir dari kejadian yang sebenarnya tak pernah ada.

Gelandang naturalisasi ini menegaskan bahwa sepanjang hidup dan kariernya, nilai kesetaraan dan rasa hormat selalu menjadi prinsip utama yang ia pegang teguh di dalam maupun luar lapangan.

Rekam jejaknya di ruang ganti yang dihuni pemain dari berbagai latar belakang budaya dan kebangsaan, menurut Klok, adalah bukti nyata bahwa rasisme bukan jati dirinya.

Klok bercerita bahwa ia bahkan sudah mencoba menjalin dialog dengan tenang kepada pihak Bhayangkara Presisi Lampung FC sesaat setelah pertandingan untuk menjernihkan suasana.

Ketegangan bermula saat Persib mencetak gol kedua, di mana Henri Doumbia terlihat menahan bola dan Klok berusaha memintanya segera agar pertandingan bisa dilanjutkan. “Saya katakan dengan jelas kepadanya, Give me the ball back,” ungkap Klok, Sabtu 2 Mei 2026, mengklarifikasi kalimat yang memicu keributan tersebut.

Doumbia sendiri sebenarnya sempat meminta maaf kepada Klok setelah menyadari adanya salah dengar, karena ia awalnya mengira Klok mengucapkan kata “black“.

Meski kesalahpahaman itu dianggap sudah selesai oleh para pemain dan pelatih di lapangan, situasi justru diperkeruh oleh aksi manajer Bhayangkara, Sumardji.

Klok menyayangkan sikap Sumardji yang—meski tak berada di dekat kejadian—terus meneriakkan tuduhan rasisme di lorong stadion hingga area ruang ganti.

Tuduhan yang terus diulang tersebut dirasa sangat melukai hati Klok, yang menilai perilaku sang manajer telah melampaui batas sportivitas dan esensi dari permainan sepak bola.

Kini, pemain bernomor punggung 23 itu menuntut permintaan maaf resmi dari manajemen Bhayangkara FC atas kekeliruan yang dianggap telah merugikan reputasinya secara personal.

Ia berharap publik tidak lagi menelan informasi mentah-mentah dan lebih mengedepankan akal sehat dalam melihat insiden yang dipicu oleh salah pendengaran ini.***

Baca juga berita-berita menarik dialektika.id dengan klik Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *