Scroll untuk baca artikel
EkonomiSosial

Amankan Stok Beras 2026, Petani Kuningan Dapat Bantuan 50 Hand Sprayer: Antisipasi Serangan Hama Pengganggu

×

Amankan Stok Beras 2026, Petani Kuningan Dapat Bantuan 50 Hand Sprayer: Antisipasi Serangan Hama Pengganggu

Sebarkan artikel ini
Diskatan Kuningan salurkan 50 hand sprayer elektrik ke petani di 20 kecamatan guna mitigasi serangan hama dan amankan produksi pangan tahun 2026.
Diskatan Kuningan salurkan 50 hand sprayer elektrik ke petani di 20 kecamatan guna mitigasi serangan hama dan amankan produksi pangan tahun 2026.

DIALEKTIKA KUNINGAN — Pemerintah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, mulai mendistribusikan 50 unit alat penyemprot elektrik (hand sprayer) kepada sejumlah kelompok tani guna merespons peningkatan intensitas serangan hama dan penyakit tanaman.

Langkah ini diambil sebagai upaya memperkuat pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) sekaligus memitigasi risiko penurunan produksi pangan pada musim tanam 2026.

Bantuan tersebut bersumber dari Direktorat Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) Pra Panen Kementerian Pertanian sebagai bagian dari penguatan kapasitas petani secara nasional.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis kepada 25 kelompok tani yang mewakili 20 kecamatan di Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan, Kamis (30/4/2026).

Secara teknis, penggunaan alat semprot elektrik ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi petani dalam mengaplikasikan pestisida maupun pupuk cair dibandingkan alat manual.

Kehadiran teknologi ini juga bertujuan agar penyemprotan lebih merata dan tepat waktu, yang menjadi faktor penentu dalam menjaga produktivitas lahan tetap optimal.

Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar menegaskan, penyaluran sarana ini merupakan respons terhadap tekanan perubahan iklim yang memicu lonjakan serangan hama di lapangan.

“Ketahanan pangan merupakan prioritas yang mendesak, sehingga pemerintah harus hadir lebih awal untuk melindungi petani dari potensi gagal panen,” ujar Dian.

Bupati menambahkan, sektor pertanian di Kuningan saat ini dituntut untuk lebih adaptif dan mulai bertransformasi ke arah pengelolaan yang lebih modern serta berbasis teknologi.

Menurutnya, efisiensi yang dihasilkan dari penggunaan alsintan akan menjadi fondasi bagi keberlanjutan masa depan pangan di daerah tersebut.

Sementara itu, Kepala Diskatan Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah mencatat adanya laporan peningkatan serangan hama di sejumlah sentra produksi lokal.

Kondisi tersebut menuntut ketersediaan alat yang memadai agar langkah pengendalian dapat dilakukan secara serempak dan efektif di tingkat lapangan.

Kadiskatan menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari strategi perlindungan tanaman untuk menekan tingkat kehilangan hasil panen akibat serangan OPT.

“Target kami adalah mempercepat gerak mandiri petani dalam mengamankan produksi pangan di wilayah masing-masing,” kata Wahyu.

Ia juga menekankan bahwa modernisasi alsintan bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk meningkatkan efisiensi usaha tani di tengah dinamika global.

Ke depan, penggunaan teknologi pertanian diharapkan dapat membuat petani lebih produktif dan tangguh dalam menghadapi ketidakpastian iklim yang kian kompleks.

Selain memberikan bantuan fisik, Pemkab Kuningan tetap mengintensifkan pendampingan melalui tenaga penyuluh terkait penerapan sistem pengendalian hama terpadu.

Wahyu mengingatkan agar kelompok tani penerima manfaat dapat mengelola dan merawat alat tersebut sebagai aset kolektif demi kepentingan jangka panjang.

“Pemanfaatan secara bergilir harus diatur dengan baik agar seluruh anggota kelompok merasakan manfaat dari modernisasi sarana ini,” lanjutnya.

Melalui kebijakan ini, Kabupaten Kuningan berupaya memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah penyangga swasembada pangan di Jawa Barat.***

Baca juga berita-berita menarik dialektika.id dengan klik Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *