DIALEKTIKA KUNINGAN — Sepuluh hektare sawah di Desa Cikadu, Kecamatan Nusaherang, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, kini sedang dalam pengawasan ketat setelah gerombolan tikus mulai merambah hamparan padi yang tengah tumbuh subur.
Kegiatan Gerakan Pengendalian ini bukan sekadar membasmi hama, tapi menjadi simbol perlindungan pemerintah terhadap keringat para petani di Kuningan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., melihat langsung bagaimana cepatnya tikus-tikus ini merusak batang padi jika dibiarkan tanpa pengawasan kolektif.
Baginya, perlawanan terhadap hama ini tak akan maksimal jika petani masih bekerja sendiri-sendiri tanpa pola tanam yang serentak.
Oleh karena itu, aksi ini juga dibarengi dengan edukasi tentang pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem agar hama tidak mudah meledak populasinya.
Metode pengendalian yang dipilih pun tetap memperhatikan lingkungan, sembari memastikan setiap lubang tikus di sanitasi dengan cara yang tepat.
Dukungan nyata berupa bantuan rodentisida diberikan langsung agar petani punya senjata yang cukup untuk mengamankan sisa masa tanam mereka.
Harapannya, semangat gotong royong ini bisa menjaga stabilitas pangan Kuningan tetap kokoh di tengah tantangan cuaca dan ancaman hama yang dinamis.***
Baca juga berita-berita menarik dialektika.id dengan klik Google News.







