DIALEKTIKA KUNINGAN — Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar, benar-benar tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya terhadap kepemimpinan wasit saat laga melawan Dewa United, Senin (20/4/2026).
Laga pekan ke-28 yang digelar di Banten International Stadium itu berakhir imbang 2-2, namun menyisakan luka mendalam bagi kubu Pangeran Biru.
Wasit Yoko Suprianto dianggap membuat keputusan fatal dengan mengesahkan dua gol tuan rumah yang dinilai sangat kontroversial.
Gol pertama Alex Martins pada menit ke-24 diprotes keras karena dalam tayangan ulang bola terlihat sudah lebih dulu keluar lapangan sebelum diambil Alexis Messidoro.
Kontroversi tak berhenti di situ, gol kedua Ricky Kambuaya pun diwarnai dugaan handsball Alex Martin, namun wasit tetap bergeming setelah meninjau VAR.
Umuh Muchtar secara terang-terangan menyebut keputusan Yoko Suprianto telah mencederai sportivitas karena mengabaikan bukti fisik yang jelas.
“Semua orang tahu gol pertama itu bola sudah keluar, ada fotonya. Ini akan saya viralkan dan beritakan,” tegas pria yang akrab disapa Pak Haji itu dengan nada tinggi.
Pria berusia 77 tahun ini mempertanyakan efektivitas Video Assistant Referee (VAR) jika keputusan krusial masih terasa tidak adil.
Umuh menyayangkan wasit Yoko yang tidak melakukan on field review secara langsung dan hanya mengandalkan masukan dari wasit VAR, Sance Lawita.
“Buat apa ada VAR kalau bola jelas-jelas sudah keluar garis tapi tetap disahkan? Ini yang membuat saya sakit,” lanjutnya dengan penuh emosi.
Bagi Umuh Muchtar, hasil imbang di markas Dewa United ini bukan murni karena strategi permainan, melainkan faktor eksternal dari sang pengadil lapangan.
Ia bahkan berani menyebut bahwa Persib sejatinya tidak kalah dalam permainan, melainkan “dikalahkan” oleh keputusan wasit yang keliru.
Padahal di atas kertas, performa Maung Bandung jauh lebih diunggulkan dan mendominasi jalannya pertandingan sejak menit awal.
Meski masih merasa dongkol, Umuh mencoba berlapang dada menerima satu poin dan meminta publik menilai sendiri kualitas wasit di laga tersebut.
“Apa boleh buat, alhamdulillah masih bisa dapat skor 2-2, silakan semua masyarakat melihat sendiri kejadiannya,” tuturnya.
Di sisi lain, pelatih Bojan Hodak mencoba mendinginkan suasana dengan meminta anak asuhnya tetap tenang menatap sisa musim yang semakin ketat.
Meski gagal mengamankan poin penuh, Persib masih kokoh di puncak klasemen dengan raihan 65 poin, hanya selisih tipis dari Borneo FC.
“Kami harus tetap fokus pada permainan sendiri dan tidak terganggu dengan hal-hal di luar teknis,” ujar pelatih asal Kroasia tersebut.
Kini, fokus Pangeran Biru beralih total ke laga kandang melawan Arema FC di Stadion GBLA pada Jumat, 24 April 2026 mendatang.
Bojan sangat berharap Bobotoh bisa membirukan stadion untuk memberikan teror mental bagi lawan sekaligus energi tambahan bagi pemain.
Hasil imbang ini memang membuat jarak Persib dengan Borneo FC kini hanya tersisa dua angka, sebuah alarm bahaya bagi posisi puncak.***
Baca juga berita-berita menarik dialektika.id dengan klik Google News.






