Scroll untuk baca artikel
OlahragaPersib

Kontroversi VAR Hingga Comeback Gila! 2-2 PERSIB Paksa Dewa United Drop Poin: Puncak Klasemen Liga 1 Mendidih…

×

Kontroversi VAR Hingga Comeback Gila! 2-2 PERSIB Paksa Dewa United Drop Poin: Puncak Klasemen Liga 1 Mendidih…

Sebarkan artikel ini
Persib curi satu poin di markas Dewa United. Diwarnai kontroversi VAR, Maung Bandung tahan imbang 2-2. Tapi, puncak Klasemen Liga 1 mendidih!
Persib curi satu poin di markas Dewa United. Diwarnai kontroversi VAR, Maung Bandung tahan imbang 2-2. Tapi, puncak Klasemen Liga 1 mendidih!

DIALEKTIKA KUNINGAN — Super Big Match week-28 BRI Super League 2025-2026 menjadi drama penuh kontroversi saat Persib Bandung nyaris pulang dengan tangan hampa dari markas Dewa United.

Bermain di Banten International Stadium (BIS) pada Senin (20/4/2026) malam, Maung Bandung harus kerja keras menyamakan kedudukan menjadi 2-2 setelah tertinggal dua gol.

Dewa United sempat berada di atas angin berkat gol Alex Martins menit ke-24 dan Ricky Kambuaya di menit ke-61 sebelum situasi berbalik drastis.

Petaka bagi tuan rumah muncul saat Alex Martins diusir wasit pada menit ke-63, yang langsung merusak ritme permainan Banten Warriors.

Unggul jumlah pemain, Persib mengamuk dan mengejar lewat eksekusi penalti Thom Haye serta sundulan mematikan Andrew Jung empat menit jelang bubar.

Meski selamat dari kekalahan, satu poin ini terasa pahit karena posisi Persib di puncak Klasemen Liga 1 kini mulai terancam oleh para pesaingnya.

Borneo FC yang menguntit di posisi kedua Klasemen Liga 1 kini hanya terpaut dua angka, sementara jarak dengan Persija Jakarta juga ikut menipis jadi tujuh poin.

Dengan musim yang hanya menyisakan enam pertandingan lagi, perburuan gelar juara dipastikan bakal makin panas sampai titik darah penghabisan.

Di sisi lain, Dewa United gagal memperbaiki posisi mereka di papan tengah Klasemen Liga 1 dan masih tertahan di peringkat kedelapan klasemen sementara.

Sejak awal laga, kedua tim langsung tancap gas saling jual beli serangan demi memburu gol cepat untuk mengunci dominasi.

Noah Sadaoui sempat mengancam gawang Persib di menit ke-13 melalui tembakan jarak jauh, namun bola masih bisa diamankan dengan mudah.

Persib membalas empat menit kemudian lewat sepakan keras Marc Klok, yang sayangnya masih sanggup ditepis oleh kiper Dewa United.

Kebuntuan pecah pada menit ke-24 saat Alex Martins menyambar umpan manja Alexis Messidoro tepat di depan mulut gawang.

Gol pembuka ini langsung memicu kontroversi karena dalam tayangan ulang bola terlihat sudah keluar garis lapangan sebelum digiring Messidoro.

Persib sebenarnya punya kans menyamakan skor sebelum turun minum, tapi tandukan Ramon Tanque justru melenceng meski sudah mendapat umpan matang.

Memasuki babak kedua, Persib mencoba gebrakan lewat tendangan salto Berguinho yang memaksa kiper lawan jatuh bangun menyelamatkan gawang.

Dewa United sempat menggetarkan jala Persib lagi melalui Messidoro, namun selebrasi mereka terhenti karena intervensi teknologi VAR.

Wasit menganulir gol tersebut lantaran sang gelandang sudah berada dalam posisi offside saat menyambar bola muntah hasil sepakan Kambuaya.

Menit ke-61, blunder fatal Julio Cesar yang gagal membuang bola justru dimanfaatkan Alex Martins untuk memulai skema gol kedua tuan rumah.

Bola kiriman Alex sukses dikonversi menjadi gol oleh Ricky Kambuaya setelah menerima operan pendek dari pergerakan licin Noah Sadaoui.

Gol ini kembali berbau kontroversi karena bola dianggap mengenai lengan Alex Martins, namun VAR tetap mengesahkan gol meski ada unsur handball.

Drama memuncak saat Alex Martins justru menerima kartu kuning kedua akibat protes berlebihan di tengah proses pengecekan VAR tersebut.

Kehilangan ujung tombak membuat Dewa United dipaksa bertahan total demi mengamankan sisa waktu pertandingan yang makin krusial.

Persib mendapat momentum saat Berguinho dijatuhkan di kotak terlarang, yang kemudian dituntaskan dengan dingin oleh Thom Haye dari titik putih.

Momen puncak comeback Maung Bandung lahir di menit ke-86 melalui tandukan Andrew Jung yang memanfaatkan asis jenius Eliano Reijnders.

Sisa waktu babak kedua berlangsung sangat intens, namun tak ada gol tambahan yang tercipta hingga peluit panjang dibunyikan wasit.

Pelatih Bojan Hodak tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya atas keteledoran lini belakang anak asuhnya yang berujung hasil imbang ini.

Bojan menyoroti gol pertama lawan yang terjadi karena pemain Persib sempat berhenti bermain lantaran mengira bola sudah keluar lapangan.

Kesalahan individu Julio Cesar pada gol kedua juga menjadi catatan merah bagi sang pelatih dalam sesi evaluasi usai pertandingan tersebut.

Meski sempat dirugikan keputusan wasit di awal, Persib beruntung bisa memanfaatkan kartu merah Martins untuk memaksakan pembagian angka.

Upaya Maung Bandung untuk mengurung pertahanan lawan di menit-menit akhir gagal membuahkan kemenangan yang seharusnya bisa mereka raih.

Bojan mengakui lini serang sebenarnya tampil cukup tajam, namun efisiensi dalam menyelesaikan peluang masih menjadi masalah utama.

Kini Persib harus waspada karena kemenangan Borneo FC dan Persija di pekan ini membuat persaingan di tiga besar Klasemen Liga 1 makin rapat.

Koleksi 65 poin milik Persib kini dalam jangkauan lawan, memaksa mereka tampil sempurna di sisa laga jika tak ingin gelar juara melayang.***

Baca juga berita-berita menarik dialektika.id dengan klik Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *