DIALEKTIKA KUNINGAN — Sukses besar Persib Bandung merengkuh trofi juara ternyata menyisakan cerita yang selama ini tersimpan rapat, terutama tentang bagaimana Bojan Hodak pertama kali bersedia menerima kursi panas saat tim sedang terpuruk di papan bawah.
Juru taktik asal Kroasia, Bojan Hodak, mengaku sempat berkomunikasi dengan beberapa nama sebelum akhirnya mencapai kata sepakat untuk menangani Persib pada awal musim 2023/2024. Penuturan selengkapnya mengenai proses negosiasi tersebut kini bisa disaksikan melalui tayangan The Untold Stories Back to Back Champions Episode 1 pada kanal Youtube resmi klub.
Langkah manajemen menunjuk Hodak pada Juli 2023 silam dilakukan guna menggantikan Luis Milla yang memilih mengundurkan diri. Setelah sukses menghadirkan tiga trofi juara secara beruntun, manajemen kini mempercayai dirinya mengemban tugas baru sebagai Technical Advisor dalam Shareholders Group Persib, sementara tongkat estafet pelatih kepala diserahkan kepada sang asisten, Igor Tolic.
“Sebenarnya, mereka (Persib) menghubungi saya satu hari sebelum final Piala FA (Malaysia) saat saya masih bersama dengan Kuala Lumpur City,” ujar Hodak. Melalui komunikasi awal tersebut, ia langsung meminta manajemen untuk kembali menghubunginya dua atau tiga hari setelah laga karena ingin fokus penuh memenangkan partai final.
Pangeran Biru yang bermarkas di Kota Bandung ini sebenarnya bukan hal baru bagi Hodak, sebab ia sudah mengantongi beberapa informasi penting terkait kondisi klub sebelum proposal tawaran resmi tiba. Komposisi skuad yang dimiliki tim kebanggaan Bobotoh musim itu dinilainya cukup mewah, namun sayangnya tidak berbanding lurus dengan hasil akhir di lapangan.
Peringkat ke-16 sempat ditempati Persib menyusul hasil minor berupa tiga kali imbang pada laga pembuka kompetisi. “Saya mendapat informasi bahwa Persib memiliki skuad yang bagus tapi ada sesuatu yang hilang di dalamnya sehingga gagal mendapat hasil maksimal, dan bagi saya tantangan itu sangat menarik,” kata Hodak menambahkan.
Tekadnya semakin bulat untuk menyelamatkan Persib yang tengah terancam degradasi setelah ia mengumpulkan informasi-informasi krusial lainnya kala itu. Suporter yang penasaran dengan detail cerita tersebut bisa segera mengunjungi kanal Youtube Persib untuk menyaksikan episode perdana dari dokumenter eksklusif ini.
Perubahan signifikan langsung dilakukan pelatih asal Kroasia itu pada sistem permainan Maung Bandung begitu ia resmi bergabung di awal musim 2023/2024. Momen-momen krusial pada masa awal kedatangannya tersebut menjadi sorotan utama dalam tayangan The Untold Stories Episode 2.
Dampak besar langsung dirasakan tim setelah ia berani mengambil keputusan berisiko di tengah situasi kritis. Jawaban lengkap mengenai alasan di balik keputusan ekstrem sang pelatih dikupas tuntas hanya dalam tayangan tersebut.
“Ada beberapa hal, tapi yang pertama adalah saya ingin melihat sistem apa yang ingin mereka mainkan,” tutur Hodak. Langkah awal itu diambil karena ia melihat skema tiga pemain belakang yang diterapkan sebelumnya tidak cukup bagus untuk mengakomodasi potensi para pemain yang dimiliki.
Tiga hasil imbang masing-masing saat menghadapi Madura United 1-1, Arema FC 3-3, dan Dewa United 2-2 menjadi catatan akhir Persib di bawah kepemimpinan Luis Milla sebelum sang pelatih mundur.
Kondisi tim sempat diambil alih oleh caretaker Yaya Sunarya, di mana Pangeran Biru harus mengakui keunggulan PSM Makassar 1-4 sebelum akhirnya bangkit mencuri kemenangan 2-1 atas Persik Kediri.
Akumulasi dari lima pertandingan awal menunjukkan Persib hanya meraih sekali menang, tiga imbang, dan sekali kalah dengan catatan memasukkan 9 gol tetapi kebobolan hingga 11 kali. Padahal, Hodak menilai materi pemain lokal maupun asing yang ada saat itu sangat mumpuni, terutama kualitas yang dimiliki Nick Kuipers dan Alberto Rodriguez.
“Kami kemasukkan banyak gol dan semua orang menyalahkan para pemain bertahan, seperti Nick dan Alberto,” ungkap Hodak. Menurutnya, publik salah menilai karena kedua bek tersebut sebenarnya memiliki kualitas jempolan, namun penempatan mereka dalam sistem bermain yang salah membuat performanya tidak maksimal.***
Baca juga berita-berita menarik dialektika.id dengan klik Google News.






