DIALEKTIKA KUNINGAN — Masalah sampah plastik di Dusun Parenca, Desa Babakanmulya, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, kini mulai dicarikan solusinya lewat tangan dingin ibu-ibu setempat.
Bank Sampah Berlian bersama Rumah Zakat baru saja menggelar pelatihan praktis menyulap tumpukan plastik menjadi kursi ecobrick yang kokoh dan fungsional.
Tak kurang dari 18 peserta, mulai dari kader Posyandu hingga pengurus PKK, tampak serius memadati lokasi pelatihan di Kecamatan Cigugur tersebut, Kamis 9 April 2026.
Fasilitator Rumah Zakat, Uci Sanusi, sengaja memboyong Lastri Mulyani, pakar olah limbah asal Indramayu, untuk membocorkan teknik mengubah sampah menjadi produk bernilai jual.
Hadirnya Ketua TP-PKK Desa Babakanmulya, Leni Cahyani, menambah bobot dukungan moral bagi para ibu yang ingin lingkungannya lebih bersih.
Targetnya jelas, warga tidak lagi sekadar membuang plastik, tapi paham cara mengemasnya menjadi barang yang punya nilai ekonomis bagi keluarga.
Leni Cahyani pun tak bisa menyembunyikan rasa apresiasinya terhadap inisiatif yang dibawa Rumah Zakat ini.
Ia berharap ilmu dari pelatihan ini bisa langsung dipraktikkan di rumah masing-masing agar dampak positifnya terasa nyata bagi ekonomi warga.
Senada dengan itu, Uci Sanusi perwakilan Bank Sampah Berlian, menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin kegiatan ini hanya menjadi seremonial belaka lalu terlupakan.
Uci bermimpi Bank Sampah bisa jadi motor penggerak dan contoh bagi wilayah lain dalam urusan kemandirian mengelola limbah domestik.
Harapan besarnya, inovasi kecil dari meja dapur ini bisa menjadi langkah besar bagi kelestarian lingkungan di Kabupaten Kuningan.***
Baca juga berita-berita menarik dialektika.id dengan klik Google News.






