DIALEKTIKA KUNINGAN — Sejak pagi, arus jamaah terus mengalir ke Masjid Agung Syiarul Islam hingga halaman dan badan jalan di sekitarnya penuh oleh warga yang datang untuk Sholat Ied di Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Sabtu, 21 Maret 2026.
Banyak jamaah datang bersama keluarga, sebagian sudah menempati saf sejak sebelum matahari naik.
Di antara ribuan warga, Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar hadir mengikuti salat bersama masyarakat.
Suasana pagi berlangsung khidmat, dengan gema takbir masih terdengar sebelum salat dimulai.
Bertindak sebagai imam, Ustaz Solahudin SQ memimpin pelaksanaan Sholat Ied, sementara khutbah disampaikan KH. Jajang Aisyul Muzaki dari UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Turut hadir mendampingi, Wakil Bupati Tuti Andriani, Sekretaris Daerah Uu Kusmana, unsur Forkopimda, dan jajaran kepala perangkat daerah.
Dalam sambutannya usai Sholat Ied, Bupatu Kuningan mengajak warga menjadikan Idul Fitri bukan hanya perayaan tahunan, tetapi juga titik untuk memperbaiki hubungan sosial setelah Ramadan.
Ia menekankan pentingnya saling menguatkan di tengah tantangan yang masih dihadapi daerah.
Menurut dia, pembangunan daerah tidak cukup hanya diukur dari proyek fisik, tetapi juga dari kekompakan warganya.
Di hadapan jamaah, Dian Rachmat Yanuar juga menyampaikan sejumlah capaian pembangunan yang menurutnya patut dijaga bersama.
Ia menyebut angka kemiskinan di Kabupaten Kuningan turun menjadi 10,74 persen atau berkurang lebih dari 12 ribu orang.
Tingkat pengangguran juga disebut menurun menjadi 7,59 persen.
Pada sektor ekonomi, pertumbuhan Kuningan sepanjang 2025 mencapai 6,98 persen secara tahunan.
Angka itu disebut menjadi salah satu yang tertinggi di kawasan Rebana Metropolitan.
Pemerintah daerah, kata dia, juga telah menyelesaikan kewajiban tunda bayar senilai Rp96,7 miliar tanpa menyisakan gagal bayar di akhir tahun anggaran.
Di sektor pertanian, produksi beras dilaporkan surplus lebih dari 120 ribu ton.
Sementara perbaikan infrastruktur dilakukan pada 153 ruas jalan dengan anggaran sekitar Rp53 miliar.
Meski demikian, Dian Rachmat Yanuar mengakui masih ada pekerjaan rumah yang belum selesai.
Ia menyebut pemerintah daerah tetap menerima kritik karena pembangunan belum dirasakan merata di semua wilayah.
Menurut dia, komitmen memperbaiki pelayanan akan terus dilanjutkan.
Dalam suasana Lebaran itu pula, ia menyampaikan pesan kepada warga perantauan yang kembali pulang ke Kuningan.
Baginya, kampung halaman selalu menjadi tempat yang dicari ketika hari raya datang.
Ia mengajak warga menjaga rasa memiliki terhadap daerah, termasuk generasi muda dan para perantau.
“Sejauh apa pun pergi, pulangnya tetap ke Kuningan,” ujarnya.
Sholat Ied pagi itu berakhir dengan saling bersalaman antarjamaah, sementara arus warga perlahan keluar dari kawasan masjid menuju rumah masing-masing.***
Baca juga berita-berita menarik dialektika.id dengan klik Google News.






