DIALEKTIKA KUNINGAN — Warga di empat dusun Desa Andamui, Kecamatan Ciwaru, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, harus melewati malam yang berat setelah Sungai Cijurai meluap hingga permukiman terkena banjir, pada Rabu (11/2/2026) petang.
Hujan dengan intensitas tinggi sejak sore hari memicu debit air naik cepat, hingga masuk ke rumah warga dengan ketinggian bervariasi antara 30 cm sampai satu meter.
Tercatat ada 110 rumah yang sempat terendam banjir, dengan Dusun Kliwon dan Pahing menjadi wilayah yang paling terdampak parah dalam musibah ini.
Tak hanya merendam perabot, terjangan air juga merusak tiga rumah warga, di antaranya milik Wasma dan Cermin yang mengalami rusak ringan.
Kondisi lebih sulit dialami keluarga Dastim di Dusun Pahing; rumahnya rusak sedang hingga ia terpaksa mengungsi ke tempat saudara di desa yang sama.
Beruntung, laporan dari BPBD Kuningan memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian yang berlangsung mendadak sekitar pukul 18.00 WIB ini.
Aparat desa bersama TNI, Polri, dan tim assessment BPBD langsung bergerak cepat ke lokasi untuk memantau situasi dan membantu evakuasi warga.
Menjelang tengah malam, air yang merendam permukiman di Dusun Kliwon, Pahing, Puhun, dan Wage dilaporkan sudah mulai menyurut seiring cuaca yang membaik.
Saat ini warga mulai disibukkan dengan kegiatan gotong royong membersihkan sisa-sisa lumpur pekat yang tertinggal di dalam rumah mereka.
Pihak BPBD Kuningan juga sudah mulai menyalurkan bantuan logistik darurat untuk keluarga yang terdampak kerusakan bangunan cukup parah.
Aparat setempat pun mewanti-wanti warga untuk tetap siaga, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi sewaktu-waktu di wilayah Ciwaru.
Koordinasi lanjutan dengan pihak desa terus dilakukan guna memastikan seluruh warga yang terdampak mendapatkan penanganan yang memadai pasca banjir.***
Baca juga berita-berita menarik dialektika.id dengan klik Google News.






