Scroll untuk baca artikel
Ekonomi

Kejar LTT Padi 6.550 Hektare, Wahyu Hidayah Optimalkan Lahan dan Akurasi Data

×

Kejar LTT Padi 6.550 Hektare, Wahyu Hidayah Optimalkan Lahan dan Akurasi Data

Sebarkan artikel ini
Diskatan Kuningan pacu LTT padi 2026. Wahyu Hidayah tekankan akurasi data, mekanisasi, dan percepatan tanam demi target tercapai.
Diskatan Kuningan pacu LTT padi 2026. Wahyu Hidayah tekankan akurasi data, mekanisasi, dan percepatan tanam demi target tercapai.

DIALEKTIKA KUNINGAN — Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., menegaskan keberhasilan target Luas Tambah Tanam (LTT) padi 2026 sangat bergantung pada akurasi data, meski ketersediaan lahan dan alsintan sudah relatif siap.

Pernyataan itu disampaikan saat ia membuka Rakor LTT Padi 2026 di Aula Diskatan Kuningan, Selasa (27/1/2026), yang diikuti jajaran struktural, UPTD, penanggung jawab data, hingga penyuluh pertanian.

Wahyu menyebut LTT sebagai indikator utama produksi padi, sehingga kesalahan data berpotensi membuat kebijakan melenceng dari kondisi lapangan.

Untuk Januari 2026, target LTT padi Kuningan ditetapkan 6.550 hektare, sementara hasil pemetaan menunjukkan potensi riil 4.394 hektare, dengan realisasi sementara mencapai 3.905 hektare.

Baca Juga:  Jasa Basmi Rayap Terpercaya Hadirkan Solusi Efektif untuk Lindungi Properti dari Kerusakan

Menurutnya, target yang lebih tinggi dari potensi bukan bentuk salah perencanaan, tetapi strategi agar seluruh jajaran terdorong bekerja lebih agresif di lapangan.

Ia menekankan target harus jadi pemicu kinerja, dengan upaya mengoptimalkan setiap peluang tanam agar realisasi bisa melampaui potensi yang terpetakan.

Rakor ini juga menjadi momentum evaluasi menjelang tutup buku Januari 2026, di mana kekurangan capaian akan diakumulasi sebagai tambahan target Februari.

Wahyu menilai progres cukup positif, tetapi masih banyak ruang yang harus dikejar, terutama di wilayah potensial yang belum tergarap maksimal.

Ia menekankan kecepatan tanam, ketepatan intervensi, dan akurasi data sebagai kunci percepatan capaian LTT.

Data realisasi LTT, kata Wahyu, dihimpun penyuluh dari petani dan kelompok tani, diverifikasi di wilayah masing-masing, lalu masuk ke sistem pelaporan nasional Kementerian Pertanian.

Baca Juga:  PUSAKA-17: Pemkab Kuningan Bangun Kesadaran Partisipasi Pemilih Pilkada 2024 Siswa SMA/SMK/MA yang Sudah ber-KTP

Karena data daerah menjadi dasar laporan nasional hingga ke Menteri Pertanian, ia menekankan ketepatan waktu dan validitas data sebagai tanggung jawab bersama.

Selain pembenahan data, Diskatan Kuningan juga mendorong percepatan LTT lewat mekanisasi pertanian untuk mempercepat olah tanah dan perluasan areal tanam.

Dukungan alsintan diarahkan agar tidak ada lahan potensial yang terlambat atau gagal ditanami, sekaligus menekan keterlambatan musim tanam.

Wahyu juga mengingatkan pentingnya ketelitian dalam pengusulan CPCL penerima bantuan pemerintah agar benar-benar sesuai kebutuhan dan potensi wilayah.

Ia menegaskan pengembangan tidak hanya fokus pada padi sawah, tetapi juga lahan kering, tadah hujan, serta komoditas pendukung bernilai ekonomi yang dirancang berbasis data.

Baca Juga:  Kecelakaan di Puncak Jelang Tahun Baru 2025, Gunakan Google Maps Malah tak Tau Arah Terperosok ke Sawah Kawasan Wisata Kuningan

Melalui Rakor LTT Padi 2026, Diskatan Kuningan menargetkan terbangunnya sinergi kuat antara pemerintah daerah, penyuluh, dan petani untuk memperkuat kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan nasional.***

Baca juga berita-berita menarik dialektika.id dengan klik Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *